Taliban: Rencana Pakistan Usir Ribuan Warga Afghanistan Tidak Dapat Diterima
Kamis, 05 Oktober 2023 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Peningkatan Serangan Bom Bunuh ISIS Guncang Politik dan Ekonomi di Pakistan
Sementara itu dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada Al Jazeera, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mendesak Pakistan untuk melanjutkan “dukungan bersejarah” bagi pengungsi Afghanistan dengan memungkinkan mereka hidup bermartabat dan bebas dari rasa takut dideportasi ke Afghanistan.
“Mereka menjalani kehidupan yang sangat berbahaya karena harus menjalani proses yang sulit untuk mendaftar sebagai pengungsi di Pakistan; atau terjebak dalam proses panjang menunggu relokasi ke negara lain. Pengembalian paksa ke Afghanistan dapat menempatkan mereka pada risiko besar,” kata Amnesty.
Amnesty meminta Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) buat mempercepat pendaftaran dan peninjauan permohonan warga Afghanistan yang mencari perlindungan internasional di Pakistan dan meminta Pakistan menghentikan tindakan keras terhadap para pengungsi.
Warga Afghanistan telah bermigrasi ke negara tetangga Pakistan selama konflik beberapa dekade saat invasi Soviet, perang saudara setelahnya, dan pendudukan yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Hampir 600.000 warga Afghanistan telah tiba sejak Taliban merebut kembali kekuasaan di Kabul pada tahun 2021.
Pihak berwenang Taliban telah berusaha untuk menggoda kembali mereka yang meninggalkan negara itu, meskipun negara tersebut menderita akibat berkurangnya bantuan secara besar-besaran setelah runtuhnya pemerintah yang didukung AS.
Sementara itu dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada Al Jazeera, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mendesak Pakistan untuk melanjutkan “dukungan bersejarah” bagi pengungsi Afghanistan dengan memungkinkan mereka hidup bermartabat dan bebas dari rasa takut dideportasi ke Afghanistan.
“Mereka menjalani kehidupan yang sangat berbahaya karena harus menjalani proses yang sulit untuk mendaftar sebagai pengungsi di Pakistan; atau terjebak dalam proses panjang menunggu relokasi ke negara lain. Pengembalian paksa ke Afghanistan dapat menempatkan mereka pada risiko besar,” kata Amnesty.
Amnesty meminta Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) buat mempercepat pendaftaran dan peninjauan permohonan warga Afghanistan yang mencari perlindungan internasional di Pakistan dan meminta Pakistan menghentikan tindakan keras terhadap para pengungsi.
Warga Afghanistan telah bermigrasi ke negara tetangga Pakistan selama konflik beberapa dekade saat invasi Soviet, perang saudara setelahnya, dan pendudukan yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Hampir 600.000 warga Afghanistan telah tiba sejak Taliban merebut kembali kekuasaan di Kabul pada tahun 2021.
Pihak berwenang Taliban telah berusaha untuk menggoda kembali mereka yang meninggalkan negara itu, meskipun negara tersebut menderita akibat berkurangnya bantuan secara besar-besaran setelah runtuhnya pemerintah yang didukung AS.
(ian)
Lihat Juga :