Peningkatan Serangan Bom Bunuh ISIS Guncang Politik dan Ekonomi di Pakistan

Rabu, 02 Agustus 2023 - 22:15 WIB
loading...
Peningkatan Serangan...
Bom bunuh diri mengguncang Pakistan. Foto/Reuters
A A A
ISLAMABAD - Serangan kelompok bersenjata di Pakistan telah meningkat sebesar 79% selama separuh pertama tahun ini. Pemboman bunuh diri bulan Juli yang mematikan pada rapat umum politik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan menyoroti tren kekerasan yang menyusahkan di wilayah tersebut.

"Sedikitnya 54 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka dalam serangan itu, menjadikan Juli sebagai bulan paling mematikan kedua di Pakistan tahun ini," ungkap Institut Studi Konflik dan Keamanan Pakistan (PICSS), sebuah organisasi penelitian yang berbasis di Islamabad.

Tak lama kemudian, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, yang menurut peneliti Ricardo Valle, cocok dengan “sejarah panjang” permusuhan antara Negara Islam di Provinsi Khorasan, ISKP (ISIS-K), afiliasi regional ISIL, dan JUIF Bajaur yang sudah ada setidaknya sejak 2019.

“Di mata IS-K [ISIS-K], JUIF mendukung demokrasi, percaya pada sistem republik daripada sistem Islam, dan percaya pada negara nasional daripada umat,” kata Valle, direktur penelitian The Khorasan Diary, lemba penelitian non-partisan.

“Selain itu, IS-K percaya bahwa JUIF adalah lengan politik Taliban Afghanistan di Pakistan, menganggap mereka sekutu dekat,” kata Valle kepada Al Jazeera.

Baca Juga: ISIS Bertanggung Jawab atas Pengeboman yang Menewaskan 54 Orang di Pakistan

Valle mengatakan IS-K mengeluarkan serangkaian fatwa tahun lalu, menyerukan pembunuhan ulama dan aktivis JUIF.

Namun, menurut Asfandyar Mir, pakar Asia Selatan di Institut Perdamaian Amerika Serikat (USIP), alasan di balik serangan itu bisa jadi lebih rumit.

Peningkatan Serangan Bom Bunuh ISIS Guncang Politik dan Ekonomi di Pakistan

Foto/Reuters

“Ada banyak motif yang berperan di sini. IS-K didorong oleh logika kalah bersaing dalam lanskap militan yang kompetitif di kawasan ini. Kelompok tersebut menegaskan dirinya melalui serangan skala besar,” katanya kepada Al Jazeera.

Mir, bagaimanapun, menambahkan bahwa mungkin tindakan melawan JUIF juga didorong oleh dukungan mereka untuk operasi Taliban Afghanistan melawan IS-K.

Terlepas dari alasannya, pengeboman di Bajaur hanyalah yang terbaru dari tren insiden kekerasan yang meningkat tahun ini.

Menurut PICSS, Pakistan melihat "peningkatan serangan militan yang mengejutkan sebesar 79 persen selama paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved