Lupa Bawa Paspor, Menlu Swedia Disetop di Perbatasan Ukraina

Rabu, 04 Oktober 2023 - 08:38 WIB
loading...
Lupa Bawa Paspor, Menlu...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Tobias Billstrom. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Tobias Billstrom lupa membawa paspornya dan tidak bisa memasuki Ukraina untuk menghadiri pertemuan puncak Dewan Uni Eropa di Kiev.

Kejadian itu dilaporkan surat kabar Austria Die Presse pada Senin (2/10/2023). Beberapa menteri Eropa melewatkan pertemuan tersebut, karena blok tersebut menawarkan “solidaritas” tetapi tidak ada bantuan militer baru kepada Ukraina.

“Tanpa paspornya, Billstrom dilarang melintasi perbatasan Polandia-Ukraina pada Senin untuk pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Kiev pada hari itu juga,” ungkap laporan Die Presse, mengutip sumber-sumber diplomatik.

Billstrom melewatkan perjalanan kereta selama delapan jam ke ibu kota Ukraina karena pertemuan yang sebagian besar bersifat simbolis.

Meskipun KTT ini bersejarah karena menandai pertama kalinya Dewan Uni Eropa bertemu di luar perbatasan Uni Eropa, pertemuan ini hanya memberikan sedikit bantuan konkrit untuk Ukraina.

Dalam pernyataan setelah pertemuan tersebut, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell mengumumkan negara-negara anggota akan berupaya menyetujui paket senjata senilai 5 miliar euro (USD5,2 miliar) untuk Ukraina tahun depan, dan akan menyumbangkan 50 miliar euro bantuan ekonomi, jika perselisihan internal di dalam blok tersebut dapat diatasi.

Baca juga: Rompi Antipeluru Buatan AS Terbukti Bisa Ditembus Peluru Senapan AK Biasa

Sementara itu, KTT tersebut “mengirimkan pesan solidaritas dan dukungan yang kuat kepada Ukraina,” menurut Borrell.

Billstrom bukan satu-satunya menteri luar negeri yang melewatkan pertemuan tersebut.

Menlu Polandia Zbigniew Rau mengutus wakilnya, Wojciech Gerwel, untuk menggantikannya, dan mengatakan kepada media Polandia bahwa perselisihan yang sedang berlangsung antara Warsawa dan Kiev mengenai impor biji-bijian telah “menggoyahkan” kepercayaan antara mantan mitra dekat tersebut.

Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto juga mengirimkan wakilnya untuk menggantikannya.

Budapest melarang pengiriman senjata ke Ukraina melalui wilayah Hongaria. Negara itu juga berulang kali menyerukan gencatan senjata dan kesepakatan damai antara Moskow dan Kiev, dan menentang sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Hongaria mempertahankan hak vetonya terhadap paket senjata senilai 500 juta euro untuk Kiev sejak Mei.

“Semakin banyak senjata yang kita pasok, semakin banyak orang yang meninggal, semakin lama perang berlanjut dan semakin besar kehancuran yang terjadi. Dan semakin banyak paket sanksi yang kita ambil, semakin kita menghancurkan daya saing Eropa,” tegas Szijjarto kepada surat kabar Hungaria Magyar Nemzet pada Selasa.

Menteri Luar Negeri Latvia Krisjanis Kariņs juga melewatkan pertemuan puncak hari Senin karena sakit.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved