Analis: AS Tampaknya Coba Hadang Israel Caplok Tepi Barat

Senin, 03 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
"Sudah menjadi jelas bagi pemerintah Amerika bahwa implementasi rencana “kesepakatan” tersebut mungkin tidak memiliki konsekuensi yang paling menguntungkan, termasuk untuk kursus kebijakan luar negeri AS," sambungnya.

Oleh karena itu, jelasnya, untuk menghindari menarik kembali jaminan yang diberikan kepada Israel, akan lebih mudah bagi pemerintah AS untuk mempersulit tugas Tel Aviv. "Ini terlihat sangat bagus, mengingat ketegangan saat ini antara Likud dan Kahol Lavan," ujarnya.

Dia kemudian mengatakan bahwa Netanyahu tidak akan dapat mewujudkan rencana perpanjangan kedaulatan setiap saat dalam waktu dekat karena Gantz tidak mau berkompromi dengannya.

“Gantz tidak akan menyerah padanya dan mencoba untuk memaksakan garis keturunannya. Angkatan Darat dan Mossad juga tidak memberikan dukungan penuh pemerintah ekstrim kanan dan semakin jauh masalah pencaplokan disingkirkan, semakin sedikit peluang untuk direalisasikan. Tidak ada yang bisa membayangkan seperti apa hasil pemilu AS nanti. Itulah sebabnya Netanyahu menghadapi situasi buntu yang serius saat ini," ucapnya.

Pada saat yang sama, seorang ahli Palestina tentang hubungan internasional dari Universitas Al-Quds, Osama Shaat percaya bahwa pergeseran sikap AS terhadap apa yang disebut Kesepakatan Abad Ini adalah karena krisis internal yang serius yang telah membahayakan banyak masalah, termasuk masa jabatan kedua untuk presiden AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Berita Terkini
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved