6 Krisis yang Menjadi Isu Utama Pemilu Parlemen Selandia Baru, dari Ekonomi hingga Keadilan Sosial

Jum'at, 15 September 2023 - 12:05 WIB
loading...
6 Krisis yang Menjadi...
Pemilu parlemen Selandia Baru diwarnai banyak krisis yang menyangkut masa depan negara tersebut. Foto/Reuters
A A A
WELLINGTON - Warga Selandia Baru akan melakukan pemungutan suara pada 14 Oktober 2023 mendatang untuk memutuskan apakah akan mengembalikan pemerintahan Partai Buruh ke masa jabatan ketiga, atau mengubah arah ke Partai Nasional yang berhaluan kanan-tengah.

Berikut adalah 6 isu-isu utama yang diperkirakan akan mendominasi perdebatan bulan depan.

1. Krisisi Biaya Hidup

6 Krisis yang Menjadi Isu Utama Pemilu Parlemen Selandia Baru, dari Ekonomi hingga Keadilan Sosial

Foto/Reuters

Melansir Reuters, dengan inflasi yang mencapai 6% dan tingkat suku bunga tunai resmi yang berada pada titik tertinggi dalam 15 tahun, masyarakat kelas menengah Selandia Baru kesulitan untuk membeli barang-barang yang selama ini mereka anggap remeh.

Chris Hipkins, yang menjabat sebagai perdana menteri pada bulan Januari setelah Jacinda Ardern mengundurkan diri, telah mendorong Partai Buruhnya untuk mengambil posisi sentral, dengan fokus pada apa yang ia sebut sebagai “masalah roti dan mentega”.

Pemerintah telah meningkatkan subsidi penitipan anak, memotong biaya transportasi umum dan mulai memberikan lebih banyak makan siang gratis di sekolah, yang bertujuan untuk mendukung masyarakat berpenghasilan menengah.

Partai oposisi, Partai Nasional, menyalahkan Partai Buruh atas kenaikan biaya dan berjanji, jika terpilih, akan memotong pajak dan mengendalikan inflasi.

2. Krisis Perubahan dan Infrastruktur

Pemerintahan Partai Buruh telah berjuang untuk mengatasi kekurangan akut perumahan yang terjangkau, dengan harga sewa yang mencapai rekor tertinggi dan perusahaan milik negara Kiwibank memperkirakan kekurangan 23.000 rumah pada tahun ini hingga bulan Juni.

Pemerintah telah berkomitmen untuk membangun lebih dari 3.000 unit rumah milik pemerintah pada tahun 2025 dan mengatakan bahwa, sejak mulai menjabat enam tahun lalu, pemerintah telah meningkatkan jumlah unit rumah umum sebanyak lebih dari 12.000.

Namun, mengingat biaya pembangunan yang terus meningkat di Selandia Baru, persediaan perumahan yang buruk, dan kepadatan yang berlebihan, pasokan terus menurun dibandingkan permintaan. Partai Nasional telah mengusulkan pembukaan lebih banyak lahan untuk perumahan, memberikan insentif bagi dewan untuk membangun lebih banyak rumah dan menciptakan alat pembiayaan infrastruktur baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
PM Jepang Takaichi Bubarkan...
PM Jepang Takaichi Bubarkan Parlemen, Buka Jalan untuk Pemilu Mendadak
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved