alexametrics

Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru

loading...
Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa AS sedang berupaya menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir baru dengan Rusia. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa AS sedang berupaya menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir baru dengan Rusia. Trump mengatakan, jika ini perjanjian ini terjadi, maka ini akan menjadi sebuah hal yang besar.

"Kami sedang bekerja dengan Rusia saat ini pada perjanjian non-proliferasi, non-proliferasi nuklir. Jika kami mendapatkan sesuatu seperti itu, itu akan menjadi besar," kata Trump dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Sabtu (1/8/2020).

Rusia dan AS mengadakan konsultasi tentang kontrol dan pelucutan senjata pada Juli. Pertemuan-pertemuan itu terutama berfokus pada nasib perjanjian bilateral START Baru. (Baca juga: Di Atas Laut Hitam, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pengintai Amerika)

Perjanjian antara AS dab Rusia tentang Langkah-langkah untuk perjanjian START Baru mulai berlaku pada 5 Februari 2011. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa tujuh tahun setelah diberlakukannya , masing-masing pihak harus memiliki tidak lebih dari total 700 rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikerahkan, rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) dan pembom strategis.



Selain itu,, kedua negara juga tidak boleh memliki lebih dari 1.550 hulu ledak pada ICBM yang dikerahkan, SLBM yang ditempatkan dan pembom strategis, dan total 800 peluncur rudal yang dikerahkan dan tidak dikerahkan.

Dokumen tersebut akan tetap berlaku selama 10 tahun, hingga 5 Februari 2021, kecuali jika diganti sebelum tanggal tersebut dengan perjanjian berikutnya tentang pengurangan dan pembatasan senjata ofensif strategis. Itu juga dapat diperpanjang tidak lebih dari lima tahun dengan persetujuan bersama para pihak.



Moskow telah berulang kali meminta Washington untuk tidak menunda perpanjangan perjanjian yang disebutnya sebagai standar emas di bidang pelucutan senjata. (Lihat grafis: SU-35 Resmi Mendarat, Inilah Jajaran Fighter yang Dimiliki Mesir)
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak