Jelang Invasi Militer ECOWAS, Ribuan Pemuda Niger Jadi Sukarelawan
Minggu, 20 Agustus 2023 - 20:20 WIB
loading...
Ribuan pemuda Niger siap menjadi sukarelawan ketika invasi ECOWAS. Foto/Reuters
A
A
A
NIAMEY - Sudah bosan dengan dengan pengaruh Prancis dan Amerika Serikat (AS), ribuan pemuda Niger memilih mendukung pemerintahan junta militer. Mereka mendaftarkan diri menjadi sukarelawan untuk menghadapi perang melawan ECOWAS yang dianggap hanya kepanjangan tangan Barat.
Bahkan, pendukung junta Niger terpaksa menghentikan sensus orang-orang yang bersedia menjadi sukarelawan untuk peran non-militer dalam pertahanan melawan kemungkinan intervensi oleh kekuatan Afrika Barat. Mereka mengatakan mereka kewalahan dengan jumlah yang muncul.
Ribuan pemuda yang sebagian besar berkumpul di luar stadion di ibu kota Niamey beberapa jam sebelum waktu dimulainya acara yang dijadwalkan. Itu menjadi tanda dukungan kuat di beberapa kalangan untuk junta, yang menentang tekanan internasional untuk mundur setelah 26 Juli 2023 saat penggulingan Presiden Mohamed Bazoum.
Baca Juga: Perang Besar di Afrika Pecah, ECOWAS Akan Serbu Niger
“Dalam semua kalkulasi dan pemahaman kami, kami tidak pernah berpikir kami dapat memobilisasi (sejumlah orang ini),” kata Younoussa Hima, salah satu penyelenggara inisiatif yang dijuluki “Mobilisasi Kaum Muda untuk Tanah Air," dilansir Reuters.
"Jadi sangat sulit bagi kami hari ini untuk melakukan pekerjaan ini. Itu yang membuat kami menghentikan pencacahan ini," kata Hima di depan stadion setelah massa bubar.
Bahkan, pendukung junta Niger terpaksa menghentikan sensus orang-orang yang bersedia menjadi sukarelawan untuk peran non-militer dalam pertahanan melawan kemungkinan intervensi oleh kekuatan Afrika Barat. Mereka mengatakan mereka kewalahan dengan jumlah yang muncul.
Ribuan pemuda yang sebagian besar berkumpul di luar stadion di ibu kota Niamey beberapa jam sebelum waktu dimulainya acara yang dijadwalkan. Itu menjadi tanda dukungan kuat di beberapa kalangan untuk junta, yang menentang tekanan internasional untuk mundur setelah 26 Juli 2023 saat penggulingan Presiden Mohamed Bazoum.
Baca Juga: Perang Besar di Afrika Pecah, ECOWAS Akan Serbu Niger
“Dalam semua kalkulasi dan pemahaman kami, kami tidak pernah berpikir kami dapat memobilisasi (sejumlah orang ini),” kata Younoussa Hima, salah satu penyelenggara inisiatif yang dijuluki “Mobilisasi Kaum Muda untuk Tanah Air," dilansir Reuters.
"Jadi sangat sulit bagi kami hari ini untuk melakukan pekerjaan ini. Itu yang membuat kami menghentikan pencacahan ini," kata Hima di depan stadion setelah massa bubar.
Lihat Juga :