China Terus Tingkatkan Infrastruktur Udara di Tibet dan Xinjiang Dekat Perbatasan India

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 12:35 WIB
loading...
China Terus Tingkatkan...
China terus meningkatkan infrastruktur Angkatan Udara di Tibet dan Xinjiang yang dekat dengan perbatasan India. Foto/CCTV
A A A
BEIJING - Militer Beijing terus meningkatkan laju pengembangan infrastruktur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China di wilayah Tibet dan Xinjiang yang dekat dengan perbatasan India.

Mengutip dari laporan Daily Asian Age, Sabtu (19/8/2023), sejumlah lapangan udara PLAAF di Daerah Otonomi Tibet (TAR) telah berdampak signifikan di front India, yang dapat sewaktu-waktu digunakan sebagai basis untuk melancarkan operasi militer ke negara tetangga.

Beberapa tahun lalu, sebagian lapangan udara di TAR digunakan untuk operasi penerbangan sipil, dan sebagian lainnya untuk mengakomodasi pesawat jet tempur. Sejumlah heliport juga telah dibangun atau masih dalam pembangunan.

Baca Juga: Potensi Pecahnya Perang Taiwan Menguat di Tengah Melambatnya Ekonomi China

Demikian pula di wilayah Xinjiang. PLAAF memiliki total 28 lapangan udara, tiga di antaranya baru, 15 telah ditingkatkan (upgrade), dan 10 tetap dalam kondisi seperti sebelumnya. Jumlah lapangan udara yang berpotensi digunakan dalam operasi menghadapi India adalah tiga, sementara sisanya hanya bertindak sebagai pangkalan pengumpan.

Ketiga pangkalan itu adalah Hotan, Kashghar dan pangkalan baru Bandara Tashkurgan Khunjerab. Karena Tashkurgan baru dibuka pada Desember 2022, penggunaan militernya belum diterapkan oleh PLAAF.

Banyaknya jumlah pangkalan udara di Tibet dan Xinjiang mengesankan, dan media China ingin dunia mengetahuinya sebagai bagian dari propaganda yang lebih besar dan kuat.

Semua data-data mengenai jumlah pangkalan udara ini telah diumumkan oleh sejumlah media China. Kekuatan tempur efektif PLAAF dideskripsikan Beijing telah dibangun di bidang infrastruktur, kemampuan (platform dan senjata), jumlah, pelatihan, dan kepemimpinan.

Meski jumlah infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut meningkat, bukan berarti kemampuan China untuk memproyeksikan kekuatan juga bertambah dalam proporsi yang sama. Peningkatan lapangan terbang dan infrastruktur terkait seperti Hardened Aircraft Shelter (HAS) hanya dapat mengurangi kerentanannya terhadap ancaman serangan, bukan menghilangkan sepenuhnya.

Faktor Ketinggian dan Temperatur


Sebagian besar lapangan terbang China di Tibet dan Xinjiang seperti Lhasa-Gonggar, Linzhi-Mainling, Shigatse, Chamdo Bangda, Ngari Gunsa dan tiga yang baru, yaitu Lhuntze di Lhokha, Tingri, dan Burang berada pada ketinggian 3600 meter ke atas dengan pengecualian Linzhi, Hotan dan Kashghar.
China Terus Tingkatkan Infrastruktur Udara di Tibet dan Xinjiang Dekat Perbatasan India

Foto/India Today

Tidak semua landasan pacu PLAAF cocok untuk pesawat tempur atau untuk operasi dukungan berat. Faktor resultan yang memengaruhi operasi pesawat tempur PLAAF di ketinggian ini adalah pengurangan bahan bakar dan kapasitas angkut senjata pesawat.

Selain itu, akselerasi yang lebih rendah karena ketinggian dan deselerasi yang lebih rendah menghasilkan jarak lepas landas yang lebih panjang dan jarak pendaratan yang lebih jauh. Ini dengan sendirinya menyebabkan tekanan yang lebih besar pada pilot serta sistem seperti landing gear dan ban.

Efek kedua adalah kebutuhan akan jumlah misi yang lebih banyak untuk efek yang sama serta kebutuhan servis pesawat yang lebih besar.

PLAAF dapat menambah jangkauan pesawatnya dengan menyediakan pengisian bahan bakar di udara, tetapi ini menambah kompleksitas logistik yang signifikan dan mengekspos pesawat tanker saat terjadinya konflik. Saat ini, PLAAF memiliki keterbatasan dalam hal pesawat tanker.

Medan Himalaya yang keras dan dingin menambah masalah dengan membuatnya lebih menantang untuk mengoperasikan dan memelihara peralatan, baik di udara maupun di darat. Kondisi tersebut juga menimbulkan tantangan bagi pasukan China, yang membutuhkan pakaian, peralatan, dan pelatihan khusus untuk menahan unsur-unsur tersebut.

Lokasi beberapa lapangan terbang ini juga menjadi penghalang untuk digunakan oleh PLAAF untuk menerbangkan pesawat tempur dan pesawat pendukung. Lapangan udara China yang dekat dengan Line of Actual Control (LAC) sendiri menjadi rentan terhadap serangan rudal dan senjata pertahanan dari aset berbasis darat dan udara Angkatan Udara dan Angkatan Darat India.

Pengelompokan landasan pacu, terutama di TAR oleh China, memang memungkinkan pertahanan terkonsentrasi tetapi juga dapat membuat Angkatan Udara India melakukan serangan secara terkonsentrasi.

Menurut keterangan sejumlah sumber terbuka, saat ini empat pangkalan China memiliki HAS di dalamnya. Namun, kurangnya penyebaran HAS di masing-masing dari empat lapangan terbang tersebut membuat mereka rentan karena jarak antar-satu unit ke unit lain relatif minimal atau bahkan nihil.

Kesiapan Militer India


Sementara itu, di semua pangkalan depan Angkatan Udara India, masing-masing dilengkapi HAS yang dirancang dan tersebar dengan baik. Semua lapangan udara tingkat satu di sisi India berada di bawah 500 meter dengan sedikit pengecualian di Kashmir dan juga Leh, yang berada di ketinggian lebih dari 3000 meter.

Jumlah lapangan terbang di sisi India banyak, dan selama bertahun-tahun telah ditingkatkan. Lapangan terbang di sisi India terbentang dari Leh di Barat hingga Chabua di Timur.

Jumlah lapangan udara lebih besar dan dengan infrastruktur yang lebih besar daripada di China. Distribusi lapangan terbang India tersebar merata dari sisi barat laut hingga sisi timur negara. Sektor utara memiliki Leh, Thoise, Srinagar, Awantipur, Udhampur, Jammu, Pathankot, Adampur, Chandigarh, Ambala, Hindon, Bareilly, Gorakhpur, Bagdogra, Hasimara, Guwahati dan Jorhat.

Banyak dari lapangan udara tipe Advanced Landing Ground baru milik India telah dibangun, baik di Arunachal maupun di wilayah persatuan Leh. Selain lapangan terbang ini, terdapat juga lapangan udara sipil dalam jumlah sama di sekitar lapangan terbang militer yang sudah mapan, tempat pesawat militer dapat beroperasi saat meletusnya konflik.

Pemerintah dan Angkatan Udara India telah menyadari pentingnya infrastruktur untuk mempertahankan keunggulan, dan telah menerapkan serta merencanakan lebih banyak lagi pembangunan. Ekspansi infrastruktur PLAAF di sisi China bersifat reaktif, dan memberikan pemahaman tentang keterbatasan kepemimpinan militer Beijing dalam merencanakan proyek-proyek semacam itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved