7 Negara yang Diintervensi Militer ECOWAS dalam 3 Dekade
Rabu, 02 Agustus 2023 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Junta Militer Tuding Prancis Akan Serang Niger demi Selamatkan Presiden yang Dikudeta
Pasukan tersebut, di bawah komando pasukan Nigeria, memindahkan sebagian personelnya dari Monrovia, ibu kota Liberia, untuk merebut kembali Freetown dari kelompok pemberontak Front Persatuan Revolusioner (RUF).
Pada Februari 1998, ECOMOG melancarkan serangan yang menyebabkan jatuhnya rezim militer dan Kabbah diangkat kembali sebagai pemimpin negara.
![7 Negara yang Diintervensi Militer ECOWAS dalam 3 Dekade]()
Foto/Reuters
Operasi berikutnya untuk ECOMOG adalah misi gencatan senjata di Guinea Bissau setelah permusuhan pecah setelah percobaan kudeta pada tahun 1998. Pertarungan itu terjadi antara pasukan pemerintah yang didukung oleh negara tetangga Senegal dan Guinea melawan pemimpin kudeta yang menguasai angkatan bersenjata.
Permusuhan diselesaikan setelah perjanjian damai diberlakukan pada November 1998 dengan syarat pemerintah persatuan nasional dan pemilihan baru pada tahun 1999 tetapi pecahnya konflik baru pada Mei 1999 membatalkan perjanjian tersebut.
Pada bulan November, sebuah perjanjian perdamaian ditandatangani di Abuja yang sebagian menyatakan penarikan pasukan Senegal dan Guinea serta pengerahan pasukan ECOMOG untuk memastikan perdamaian.
2. Sierra Leone (1997)
Operasi ECOMOG berikutnya adalah ibu kota Sierra Leone, Freetown, pada tahun 1997 menyusul penggulingan pemerintahan sipil terpilih Ahmed Tejan Kabbah oleh Mayor Johnny Paul Koroma dalam kudeta militer.Pasukan tersebut, di bawah komando pasukan Nigeria, memindahkan sebagian personelnya dari Monrovia, ibu kota Liberia, untuk merebut kembali Freetown dari kelompok pemberontak Front Persatuan Revolusioner (RUF).
Pada Februari 1998, ECOMOG melancarkan serangan yang menyebabkan jatuhnya rezim militer dan Kabbah diangkat kembali sebagai pemimpin negara.
3. Guinea-Bissau (1999)

Foto/Reuters
Operasi berikutnya untuk ECOMOG adalah misi gencatan senjata di Guinea Bissau setelah permusuhan pecah setelah percobaan kudeta pada tahun 1998. Pertarungan itu terjadi antara pasukan pemerintah yang didukung oleh negara tetangga Senegal dan Guinea melawan pemimpin kudeta yang menguasai angkatan bersenjata.
Permusuhan diselesaikan setelah perjanjian damai diberlakukan pada November 1998 dengan syarat pemerintah persatuan nasional dan pemilihan baru pada tahun 1999 tetapi pecahnya konflik baru pada Mei 1999 membatalkan perjanjian tersebut.
Pada bulan November, sebuah perjanjian perdamaian ditandatangani di Abuja yang sebagian menyatakan penarikan pasukan Senegal dan Guinea serta pengerahan pasukan ECOMOG untuk memastikan perdamaian.
Lihat Juga :