Junta Militer Tuding Prancis Akan Serang Niger demi Selamatkan Presiden yang Dikudeta
Senin, 31 Juli 2023 - 19:05 WIB
loading...
Demonstran pro-junta militer menggelar aksi di luar kedutaan besar Prancis di Niamey, Niger. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Junta militer yang merebut kekuasaan di Niger pekan lalu menuduh Prancis merencanakan serangan. Itu dikarenakan Prancis ingin membebaskan presiden Mohamed Bazoum yang ditahan dan mengembalikan pemerintahannya yang digulingkan.
Kementerian Luar Negeri Prancis tidak mengkonfirmasi atau menyangkal tuduhan itu. Tetapi mereka mengatakan Paris hanya mengakui Bazoum sebagai otoritas yang sah di negara Afrika Barat itu dan berfokus untuk melindungi warga dan kepentingannya sendiri di sana.
Uni Afrika, PBB, dan kekuatan lain termasuk Prancis mengutuk langkah junta untuk menggulingkan pemerintah terpilih Niger, pengambilalihan militer ketujuh dalam waktu kurang dari tiga tahun di Afrika Barat dan Tengah di mana beberapa negara semakin beralih ke Rusia sebagai sekutu.
Baca Juga: 5 Fakta Jenderal Abdourahamane Tiani, Komandan Paspamres yang Jadi Presiden Baru Niger
Skenario Prancis untuk menyerang Niger datang sehari setelah blok regional Afrika Barat ECOWAS menjatuhkan sanksi pada junta. ECOWAS mengatakan dapat mengotorisasi kekuatan untuk mengembalikan Bazoum, yang dikurung di istananya oleh anggota pengawalnya.
Presiden Chad Mahamat Idriss Deby terbang ke Niger pada akhir pekan lalu untuk mencoba menengahi. Pada Senin pagi, dia memposting apa yang tampak sebagai gambar pertama Bazoum sejak pengambilalihan, menunjukkan dia tersenyum dan tampaknya tidak terluka.
Kementerian Luar Negeri Prancis tidak mengkonfirmasi atau menyangkal tuduhan itu. Tetapi mereka mengatakan Paris hanya mengakui Bazoum sebagai otoritas yang sah di negara Afrika Barat itu dan berfokus untuk melindungi warga dan kepentingannya sendiri di sana.
Uni Afrika, PBB, dan kekuatan lain termasuk Prancis mengutuk langkah junta untuk menggulingkan pemerintah terpilih Niger, pengambilalihan militer ketujuh dalam waktu kurang dari tiga tahun di Afrika Barat dan Tengah di mana beberapa negara semakin beralih ke Rusia sebagai sekutu.
Baca Juga: 5 Fakta Jenderal Abdourahamane Tiani, Komandan Paspamres yang Jadi Presiden Baru Niger
Skenario Prancis untuk menyerang Niger datang sehari setelah blok regional Afrika Barat ECOWAS menjatuhkan sanksi pada junta. ECOWAS mengatakan dapat mengotorisasi kekuatan untuk mengembalikan Bazoum, yang dikurung di istananya oleh anggota pengawalnya.
Presiden Chad Mahamat Idriss Deby terbang ke Niger pada akhir pekan lalu untuk mencoba menengahi. Pada Senin pagi, dia memposting apa yang tampak sebagai gambar pertama Bazoum sejak pengambilalihan, menunjukkan dia tersenyum dan tampaknya tidak terluka.
Lihat Juga :