Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika

Selasa, 03 Februari 2026 - 14:35 WIB
loading...
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Badan intelijen Rusia tuduh Prancis rencanakan kudeta di negara-negara bekas jajahannya di Afrika. Foto/Africa Breafing
A A A
MOSKOW - Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) menuduh Prancis berencana melakukan “kudeta neokolonial” di negara-negara bekas jajahannya di Afrika, khususnya di Sahel, dalam upaya untuk menggoyahkan pemerintahan yang tidak diinginkannya.

Sahel merupakan kawasan tempat Prancis menderita kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir. Paris telah kehilangan pijakannya di beberapa bekas koloninya di tengah gelombang sentimen anti-Prancis yang didorong oleh tuduhan agresi, kegagalan militer, dan campur tangan.

Burkina Faso, Mali, dan Niger telah memutuskan hubungan dengan Prancis, mengusir pasukan Prancis dan menuduh bekas kekuatan kolonial itu mendukung kelompok bersenjata yang memicu pemberontakan jihadis yang mematikan di kawasan Sahel.

Baca Juga: 6 Negara Afrika yang Mengusir Tentara Prancis

Prancis telah menyatakan tidak akan mengakui legitimasi pemerintahan militer di tiga negara Afrika Barat tersebut dan berjanji untuk mendukung upaya memulihkan otoritas sipil yang telah digulingkan.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh biro persnya pada hari Senin, SVR mengatakan: "Pemerintah Prancis dengan panik menjajaki jalan untuk balas dendam politik di Afrika sebagai tanggapan terhadap pengambilalihan kekuasaan oleh militer."

Menurut badan intelijen tersebut, yang dikutip Russia Today, Selasa (3/2/2026), Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengizinkan badan intelijen khusus untuk meluncurkan rencana untuk melenyapkan pemimpin yang tidak diinginkan dari negara-negara Afrika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Ambil Alih Selat Hormuz, Bakal Pungut Bayaran
Rekomendasi
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved