Oktober, Vladimir Putin Akan Sambangi China

Rabu, 26 Juli 2023 - 05:25 WIB
loading...
Oktober, Vladimir Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi China pada Oktober mendatang. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin berencana untuk mengunjungi China pada bulan Oktober. Hal itu diumumkan seorang pejabat tinggi Kremlin.

Kantor berita Rusia mengutip penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, yang mengatakan perjalanan itu akan bertepatan dengan forum "Satu Sabuk, Satu Jalan" di China. Inisiatif Sabuk dan Jalan Beijing melibatkan proyek infrastruktur untuk menghubungkan Asia dengan negara-negara Eropa dan Afrika.

Ushakov mengatakan Putin juga berencana melakukan perjalanan ke Turki untuk memenuhi janji kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, meskipun tanggal kunjungan itu belum diputuskan.

Selain itu, Kremin menerima undangan bagi Putin untuk berpartisipasi dalam KTT Kelompok 20 di India pada bulan September, katanya. Kehadiran langsung pemimpin Rusia belum dikesampingkan, meskipun format partisipasi Putin masih "tidak jelas", kata Ushakov seperti dilansir dari The Washington Times, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga: UU Diteken Presiden Putin, Ubah Kelamin Resmi Dilarang di Rusia

Pengumuman rencana perjalanan Putin datang beberapa hari setelah para pejabat Afrika Selatan mengatakan dia telah setuju untuk melewatkan pertemuan puncak ekonomi di negara mereka bulan depan karena surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadapnya. ICC menuduh Putin bertanggung jawab secara pribadi atas penculikan anak-anak dari Ukraina.

Sebagai penandatangan perjanjian yang membentuk pengadilan internasional, Afrika Selatan akan diwajibkan untuk menangkap pemimpin Rusia itu jika dia menginjakkan kaki di sana atau berada dalam posisi mengabaikan tanggung jawabnya.

Menjauh dari KTT dapat dianggap memalukan bagi Putin, yang sekarang diharapkan menjadi satu-satunya pemimpin negara di blok ekonomi berkembang BRICS yang tidak hadir. Moskow telah menolak surat perintah tersebut dan mengatakan tidak mengakui yurisdiksi ICC.

China, Turki, dan India bukan penandatangan Statuta Roma, sehingga Putin dapat melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut dengan lebih mudah.

Baca Juga: Putin: Afrika Hampir Tak Dapat Apa-apa dari Kesepakatan Biji-bijian Ukraina

Kunjungan pada Oktober mendatang akan membawa Putin ke China tujuh bulan setelah Presiden China Xi Jinping datang ke Moskow dalam kunjungan tiga hari. Keduanya juga bertemu langsung pada September 2022 di sela-sela KTT regional di Uzbekistan.

Sebelumnya, Putin bertemu dengan Xi saat menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, beberapa minggu sebelum dia mengirim pasukan ke Ukraina.

China telah berusaha untuk memproyeksikan dirinya netral dalam konflik Ukraina, bahkan ketika menolak untuk mengutuk tindakan Moskow dan menyatakan tahun lalu bahwa mereka memiliki persahabatan "tanpa batas" dengan Rusia. Beijing mengecam sanksi Barat terhadap Moskow, dan menuduh NATO dan Amerika Serikat memprovokasi aksi militer Putin.

China juga telah mengusulkan rencana perdamaian yang sebagian besar ditolak oleh sekutu Ukraina, yang bersikeras bahwa Moskow harus menarik pasukannya dari negara tetangga sebagai syarat perdamaian.

Baca Juga: Rusia dan China Latihan Militer Bersama di Laut Jepang demi Perdamaian
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved