AS dan Korsel Diduga Bahas Penggunaan Senjata Nuklir pada Korut
Kamis, 13 Juli 2023 - 20:15 WIB
loading...
Rudal Trident II D5 yang mampu membawa hulu ledak nuklir diluncurkan dari kapal selam rudal balistik Angkatan Laut AS kelas Ohio USS Nebraska di lepas pantai California, AS. Foto/us navy/REUTERS
A
A
A
PYONGYANG - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) diduga berencana membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Korea Utara (Korut) selama pertemuan perdana Kelompok Konsultatif Nuklir baru di Seoul.
Dugaan itu diungkap Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara Korut pada Kamis (13/7/2023).
AS menyiapkan Deklarasi Washington pada April selama pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Washington, yang disebut KCNA sebagai "program untuk konfrontasi nuklir" dengan Korea Utara.
“Kelompok Konsultatif Nuklir diduga akan menjadi badan induk dari aliansi nuklir tripartit antara Korea Selatan, AS dan Jepang, yang selanjutnya akan mendorong situasi regional ke ambang perang nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap laporan itu.
KCNA juga mengonfirmasi Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-18 tipe baru pada Rabu, yang mencapai ketinggian maksimum 6.648,4 kilometer (4.131 mil) dan terbang sejauh 1.001,2 kilometer selama 4.491 detik.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikatakan secara pribadi memandu peluncuran uji coba rudal tersebut.
Baca juga: Rusia Anggap Jet Tempur F-16 di Ukraina sebagai Ancaman Nuklir
Dugaan itu diungkap Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara Korut pada Kamis (13/7/2023).
AS menyiapkan Deklarasi Washington pada April selama pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Washington, yang disebut KCNA sebagai "program untuk konfrontasi nuklir" dengan Korea Utara.
“Kelompok Konsultatif Nuklir diduga akan menjadi badan induk dari aliansi nuklir tripartit antara Korea Selatan, AS dan Jepang, yang selanjutnya akan mendorong situasi regional ke ambang perang nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap laporan itu.
KCNA juga mengonfirmasi Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-18 tipe baru pada Rabu, yang mencapai ketinggian maksimum 6.648,4 kilometer (4.131 mil) dan terbang sejauh 1.001,2 kilometer selama 4.491 detik.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikatakan secara pribadi memandu peluncuran uji coba rudal tersebut.
Baca juga: Rusia Anggap Jet Tempur F-16 di Ukraina sebagai Ancaman Nuklir
Lihat Juga :