Arah Pluralisme Turki Setelah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Sabtu, 25 Juli 2020 - 10:24 WIB
loading...
A A A
Di tengah kondisi kepemimpinan populis, banyak negara yang melakukan penganiayaan terhadap minoritas. Antara lain, Palestina, Kashmir di India, Rohingya di Myanmar, Uigur di China. (Baca juga: Salat Jumat di Hagia Sophia Terbuka untuk Laki-laki dan Perempuan )

Para pembela keputusan Erdogan terhadap Hagia Sophia merujuk pada sejumlah besar masjid yang dikonversi menjadi gereja atau dihancurkan di Spanyol, Balkan, dan Crimea selama berabad-abad.

Menurut Kuru, kesalahan sejarah ini pasti terjadi, tetapi alih-alih berfokus pada mereka, lebih bermanfaat untuk berkonsentrasi menghindari tragedi di masa depan. "Jika, tidak konversi timbal balik masjid ke gereja dan gereja ke masjid dapat dilanjutkan," ujar Kuru.

Dia menyayangkan diskusi d masyarakat akhirnya terjebak pada Erdogan versus Ataturk. Padahal meski berbeda di pendukungnya, menurut Kuru, keduanya memiliki gaya kepemimpinan yang sama.

Sebagai jalan tengah, Kuru mempromosikan Turki agar mengalihkan gaya sekularis-kemalis yang keras terhadap simbol dan identitas agama kepada sekulerisme yang pasif dan terbuka.

"Kita harapkan ada reaksi yang tidak ekstrem dari perubahan Hagia Sophia ini, sehingga akan muncul dialog yang mutual antar-agama di ruang publik dengan sistem sekularisme yang terbuka dan tidak keras," ujar Kuru."

"Dengan itu, Turki dapat memberikan kontribusi positif untuk mengurangi ketegangan agama di seluruh dunia," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Berita Terkini
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved