Arah Pluralisme Turki Setelah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Sabtu, 25 Juli 2020 - 10:24 WIB
loading...
A A A
Sikap yang lebih jelas diutarakan oleh ilmuwan sosial Turki, Ramazan Kilinc. Dia menyatakan keputusan Erdogan berkontribusi pada nasionalisme agama, tetapi memundurkan agama menjadi sebuah ideologi.

"Nasionalisme agama membentuk identitasnya terhadap agama lain atau melawan nasionalisme sekuler," kata Ramazan.

Menurutnya, motivasi mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah untuk membalikkan keputusan Mustafa Kemal Ataturk pada 1934.

Dia melanjutkan, Erdogan menggunakan masalah Hagia Sophia untuk meningkatkan popularitasnya pada saat ekonomi Turki melambat dan ketika ada partai-partai konservatif terpecah untuk menantangnya.

Dia mewaspadai dari kebangkitan rezim nasionalisme agama terhadap kesalehan anak muda. "Religiusitas menurun di kalangan pemuda Turki di bawah pemerintahan Islam," kata dia.

Pandangan itu juga diafirmasi oleh ilmuwan sosial Turki lainnya, Ahmet Kuru dalam tulisannya "Krisis Religiusitas dalam Islamisme Turki".

"Terdapat penurunan kesalehan di antara segmen tertentu dari masyarakat Turki. Singkatnya, keputusan untuk (kembali) mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah masjid akan merusak warisan koeksistensi Muslim yang toleran, menyulut Islamofobia," ujar Kuru.

Jalan Tengah

Ahmet Kuru memberi sikap bahwa akan lebih bijak bagi Turki bila mempromosikan dialog antar-agama dibandingkan memperkeruhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Viral! Masjid Ini Sediakan...
Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
The Odyssey Guncang...
The Odyssey Guncang Box Office Global, Raup Rp4,3 Triliun di Pekan Perdana
Ruben Onsu Buka Peluang...
Ruben Onsu Buka Peluang Mediasi dengan Sarwendah di Luar Pengadilan, Demi Anak
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved