6 Selera Unik Putin, Ternyata Suka Genre Musik Endemik
Kamis, 01 Juni 2023 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi Putin, ini adalah status yang ideal. Dia menciptakan negara yang tidak mengikuti hukum internasional, dan dia sendiri tidak dikendalikan oleh hukum domestik,” katanya kepada Al Jazeera.
Kedua, Putin “membenci kelemahan”, menyukai kultus kekuasaan penjara, dan membuat rata-rata satelit politik Rusia dan Moskow “lemah” dan “tidak terorganisir”. Dan ketiga, Putin membenci pemahaman Barat modern tentang kebebasan pribadi. “Wacana penjara yang diubah Putin menjadi bahasa politik sehari-hari Rusia modern adalah cara ideal untuk mengubah suatu negara menjadi penjara,” kata Chunikhina.
![6 Selera Unik Putin, Ternyata Suka Genre Musik Endemik]()
Foto/Reuters
Bagi seorang ahli dunia kriminal di negara bekas Uni Soviet, Vera Mironova, mengungkapkan pidato Putin sangat jauh dari istilah sebenarnya "pencuri bermahkota", sebuah kasta penjahat profesional.
“Ini adalah pidato seorang pria yang berpikir bahwa ini adalah cara para penjahat karier berbicara,” kata Mironova. “Meskipun Putin kurang mahir dalam jargon penjara yang sebenarnya, dia masih mengembangkan hubungan yang luas dengan kejahatan terorganisir,” ujar Mironova.
Apakah Putin memiliki ikatan dengan Mafia? “Tentu saja, 100 persen,” katanya, mengutip tulisan Alexander Litvinenko, seorang petugas di Federal Security Service (FSB), badan intelijen utama Rusia, yang membelot ke Inggris pada 2000. Litvinenko menuduh Putin mengambil untung dari perdagangan narkoba dan pencucian uang. Litvinenko tewas akibat keracunan radioaktif polonium-210 pada 2006.
Baca Juga: 5 Skenario Pembunuhan Presiden Putin yang Berujung pada Kegagalan
![6 Selera Unik Putin, Ternyata Suka Genre Musik Endemik]()
Foto/Reuters
Ungkapan Putin mengubah cara politisi dan pejabat Rusia berbicara di depan umum.
“Putin memulai tradisi menggunakan jargon dalam pidato resmi modern,” tulis Natalia Zelyanskaya dan Konstantin Belousov dari Universitas Negeri Orenburg di Rusia.
Seorang kritikus Kremlin mengatakan Putin dan para loyalisnya memilih populisme verbal yang membumi karena mereka ingin terdengar seperti orang Rusia pada umumnya.
“Orang-orang ini hanya berbicara bahasa yang digunakan oleh publik,” kata Sergey Bizyukin, yang melarikan diri dari kota Ryazan ke Israel, kepada Al Jazeera. Dia mengatakan tren itu adalah "efek samping" yang tertunda dari upaya era Soviet untuk membangun "masyarakat tanpa kelas" ketika intelektualitas tidak disukai.
Kedua, Putin “membenci kelemahan”, menyukai kultus kekuasaan penjara, dan membuat rata-rata satelit politik Rusia dan Moskow “lemah” dan “tidak terorganisir”. Dan ketiga, Putin membenci pemahaman Barat modern tentang kebebasan pribadi. “Wacana penjara yang diubah Putin menjadi bahasa politik sehari-hari Rusia modern adalah cara ideal untuk mengubah suatu negara menjadi penjara,” kata Chunikhina.
5. Suka Bergaya seperti Mafia

Foto/Reuters
Bagi seorang ahli dunia kriminal di negara bekas Uni Soviet, Vera Mironova, mengungkapkan pidato Putin sangat jauh dari istilah sebenarnya "pencuri bermahkota", sebuah kasta penjahat profesional.
“Ini adalah pidato seorang pria yang berpikir bahwa ini adalah cara para penjahat karier berbicara,” kata Mironova. “Meskipun Putin kurang mahir dalam jargon penjara yang sebenarnya, dia masih mengembangkan hubungan yang luas dengan kejahatan terorganisir,” ujar Mironova.
Apakah Putin memiliki ikatan dengan Mafia? “Tentu saja, 100 persen,” katanya, mengutip tulisan Alexander Litvinenko, seorang petugas di Federal Security Service (FSB), badan intelijen utama Rusia, yang membelot ke Inggris pada 2000. Litvinenko menuduh Putin mengambil untung dari perdagangan narkoba dan pencucian uang. Litvinenko tewas akibat keracunan radioaktif polonium-210 pada 2006.
Baca Juga: 5 Skenario Pembunuhan Presiden Putin yang Berujung pada Kegagalan
6. Menjadi Kiblat Retorika

Foto/Reuters
Ungkapan Putin mengubah cara politisi dan pejabat Rusia berbicara di depan umum.
“Putin memulai tradisi menggunakan jargon dalam pidato resmi modern,” tulis Natalia Zelyanskaya dan Konstantin Belousov dari Universitas Negeri Orenburg di Rusia.
Seorang kritikus Kremlin mengatakan Putin dan para loyalisnya memilih populisme verbal yang membumi karena mereka ingin terdengar seperti orang Rusia pada umumnya.
“Orang-orang ini hanya berbicara bahasa yang digunakan oleh publik,” kata Sergey Bizyukin, yang melarikan diri dari kota Ryazan ke Israel, kepada Al Jazeera. Dia mengatakan tren itu adalah "efek samping" yang tertunda dari upaya era Soviet untuk membangun "masyarakat tanpa kelas" ketika intelektualitas tidak disukai.
(ahm)
Lihat Juga :