6 Selera Unik Putin, Ternyata Suka Genre Musik Endemik

Kamis, 01 Juni 2023 - 11:31 WIB
loading...
A A A
Usvyatsov ditembak mati pada tahun 1994 oleh penjahat lainnya. "Aku sudah mati, tapi mafia itu abadi," kata tulisan di batu nisannya.

Tetapi penduduk Uni Soviet dan Rusia modern memiliki daya tarik yang aneh dengan kehidupan penjara dan bahasa gaul. Puluhan juta orang melewati masa gulag (kerja paksa di penjara) Soviet. Rusia masih memiliki populasi penjara terbesar kelima di dunia dengan hampir 440.000 narapidana pada tahun 2022.

3. Suka Genre Musik Endemik

Pada 1980-an, Putin menjadi penggemar genre musik endemik Rusia yang menonjolkan penjara dan gaya hidup kriminal. Genre tersebut memadukan pengaruh Ukraina-Yahudi dan Roma dengan romansa. Gaya lagu endemik cenderung melodramatis abad ke-19.

Teman masa kecil Putin, Sergey Roldugin, ingat bagaimana pada 1980-an mereka mendengarkan Willy Tokaryev, seorang emigre chanson crooner. Lagu favorit mereka adalah “Catch the Thief”, terutama kalimat: “Kita semua adalah residivis.”

Putin juga kerap mendengarkan Radio Chanson. Di radio tersebut kerap memutar lagu milik Lyube, grup yang disebut Putin sebagai favoritnya. Pada 2002, Putin menunjuk pemimpin band Lyube, Nikolay Rastorguev, sebagai salah satu penasihat budayanya.

Kemudian, Rastorguev menjabat sebagai anggota parlemen Rusia Bersatu, partai pro-Putin yang berkuasa. Tahun lalu, Uni Eropa memasukkan Rastorguev ke dalam daftar hitam karena mendukung perang di Ukraina.

Baca Juga: 11 Kediaman Presiden Putin, Mayoritas Bernuansa Alam


4. Suka Menggunakan Bahasa Slang

Putin dulu dikenal dengan pidatonya dengan frasa yang aneh dan idiom fenya sejak awal pemerintahannya 23 tahun lalu. Apa itu fenya? Fenya merupakan bahasa slang Rusia yang dikenal mengandung umpatan dan makian. Itu dikenal sebagai bahasa yang digunakan di kalangan pelaku kejahatan.

Jauh sebelum mantan Presiden AS Donald Trump membangun karier politiknya dengan bahasa misoginis dan intoleran, Putin melakukan hal serupa di Rusia.

“Kami akan merendam mereka di kakus,” kata Putin, perdana menteri yang baru diangkat dalam pemerintahan Presiden Boris Yeltsin, pada 1999 tentang pemboman Rusia di Grozny, ibu kota wilayah separatis Chechnya saat itu.

Pembangkang era Soviet Vladimir Bukovsky, yang menghabiskan bertahun-tahun di gulag atau penjara kerja paksa, menunjukkan bahwa frasa tersebut mengacu untuk membunuh pengadu.

Tapi rata-rata orang Rusia yang tidak terbiasa dengan seluk-beluk fenya tetap menyukai ungkapan Putin. Banyak lagi kutipan yang penuh warna dan hampir cabul, bersama dengan gambar seorang pria macho yang dipahat dengan cermat, membuka jalan menuju kepresidenan pertama Putin pada 2000.

Apalagi, banyak wanita termasuk di antara pendukung Putin. "'Rendam mereka di kakus' lebih tentang (Putin) menjadi menarik secara seksual bagi wanita yang prianya pemabuk dan yang berpikir bahwa mereka membutuhkan tangan yang kuat untuk sekadar bertahan hidup," Nana Grinstein, seorang penulis drama melarikan diri dari Rusia. Grinstein mengungkapkan, ada lagu berjudul "Saya Ingin Seseorang Seperti Putin", pada 2003 yang menggambarkan seorang wanita yang sangat membutuhkan seseorang seperti presiden.

Kemudian, seorang psikolog di Ukraina, Svetlana Chunikhina, menunjukkan tiga alasan mengapa Putin menyukai fenya dan gaya hidup yang terkait dengannya. “Penguasa penjara Rusia di atas hukum, di luar hukum," kata Svetlana Chunikhina, wakil presiden Asosiasi Psikolog Politik, sebuah kelompok di Kiev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved