Kembali Bersitegang, Ini 10 Fakta Perang Serbia-Kosovo

Kamis, 01 Juni 2023 - 06:20 WIB
loading...
A A A
6. Pasukan Yugoslavia dan Serbia terlibat dalam kampanye pembersihan etnis selama perang berlangsung. Pada akhir Mei 1999, 1,5 juta orang telah meninggalkan rumah mereka. Pada saat itu, jumlahnya sekitar 90 persen dari populasi Kosovo.

7. Negosiasi diplomatik antara delegasi Kosovo dan Serbia dimulai di Prancis pada tahun 1999, tetapi pejabat Serbia menolak untuk bekerja sama. Sebagai tanggapan, NATO memulai kampanye serangan udara terhadap sasaran Serbia, dengan fokus utama pada penghancuran gedung dan infrastruktur pemerintah Serbia. Pengeboman menyebabkan arus pengungsi lebih lanjut ke negara-negara tetangga dan kematian beberapa warga sipil.

8. Pada bulan Juni 1999, NATO dan Yugoslavia menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri Perang Kosovo. Pemerintah Yugoslavia setuju untuk menarik pasukan dan mengembalikan hampir satu juta etnis Albania dan setengah juta pengungsi umum. Sayangnya, ketegangan antara orang Albania dan Serbia berlanjut hingga abad ke-21. Kerusuhan anti-Serbia pecah pada Maret 2004 di seluruh wilayah Kosovo. Dua puluh orang tewas dan lebih dari 4.000 orang Serbia dan minoritas lainnya mengungsi.

9. Pada Februari 2008, Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia. Selanjutnya, Yugoslavia tidak ada lagi pada tahun 2003 dan masing-masing menjadi negara Serbia dan Montenegro. Serbia, bersama dengan banyak negara lain, menolak untuk mengakui kemerdekaan Kosovo.

10. Pada akhir tahun 2016, sebuah pengadilan didirikan di Pengadilan Kriminal Internasional untuk mengadili orang Kosovo atas kejahatan perang terhadap etnis minoritas dan lawan politik. Selain itu, satuan tugas UE yang dibentuk pada tahun 2011 menemukan bukti bahwa anggota KLA melakukan kejahatan ini setelah perang berakhir. Sebelumnya, Pengadilan Pidana Internasional PBB untuk Bekas Yugoslavia mengadili beberapa anggota KLA.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Menang atas Ekuador...
Menang atas Ekuador di Piala Dunia, Suporter Meksiko Ricuh Tewaskan 4 Orang
Rekomendasi
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved