Penduduk Khartoum Lelah dengan Perang, Ingin Kembali Hidup Normal

Senin, 22 Mei 2023 - 23:30 WIB
loading...
A A A
Kesepakatan yang ditandatangani pada Sabtu (20/5/2023) oleh tentara Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter saingannya setelah pembicaraan di kota Jeddah, Saudi, akan mulai berlaku pada Senin (22/5/2023) malam. Mekanisme pemantauan didukung secara internasional, diharapkan memungkinkan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Ribuan Orang Mengungsi dari Khartoum, Mayat-mayat Bergelimpangan di Jalan

Pengumuman gencatan senjata yang berulang sejak konflik dimulai pada 15 April gagal menghentikan pertempuran, tetapi kesepakatan Jeddah menandai pertama kalinya kedua belah pihak menandatangani perjanjian gencatan senjata setelah negosiasi.

Analis mengatakan, tidak jelas apakah panglima militer Abdel Fattah Al-Burhan atau komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai Hemedti, mampu menegakkan gencatan senjata di lapangan. Keduanya sebelumnya mengindikasikan mereka sedang mencari kemenangan dalam perang, dan tak satu pun dari mereka melakukan perjalanan ke Jeddah.

Tentara dan RSF menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata dalam pernyataan pada hari Minggu, bahkan saat pertempuran berlanjut. Meski demikian, saksi melaporkan bentrokan sporadis di Khartoum tengah dan selatan pada Minggu pagi, diikuti oleh serangan udara dan tembakan anti-pesawat di kemudian hari di Khartoum timur dan Omdurman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Laporan Investigasi:...
Laporan Investigasi: Tentara Bayaran Kolombia Gabung RSF dalam Perang Sudan, Digaji UEA
Sudan dan Palestina...
Sudan dan Palestina Jadi Negara Paling Rawan Konflik pada 2026, Apa Pemicunya?
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi
Butuh Persenjataan,...
Butuh Persenjataan, Sudan Tawarkan Pangkalan Militer di Laut Merah kepada Rusia
Terima Dubes Yassir...
Terima Dubes Yassir Mohamed, Baznas Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Sudan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved