Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:15 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman surati sheikh mata-mata Uni Emirat Arab, mengeluhkan sepak terjang Emirat di Yaman dan Sudan. Foto/SPA
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengirim surat panjang kepada Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA) Tahnoon bin Zayed yang mengeluhkan aktivitas UEA di Sudan dan Yaman. Surat keluhan itu diungkap beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) dan Barat kepada Middle East Eye (MEE), Sabtu (21/2/2026).

Surat yang dikirim beberapa minggu lalu itu memberikan daftar rinci keluhan Arab Saudi terhadap UEA, bahkan sambil menawarkan mediasi melalui adik sekaligus penasihat putra mahkota, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman.

Baca Juga: UEA Kritik Keras Wahhabi, Seteru dengan Arab Saudi Semakin Dalam

Surat itu mengatakan kepada Tahnoon, yang dijuluki "sheikh mata-mata", bahwa Arab Saudi tidak dapat lagi mentoleransi perang saudara Sudan sementara negara tetangganya mendukung paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Selain itu, surat tersebut membenarkan intervensi militer Arab Saudi di Yaman sebagai hal yang diperlukan untuk keamanan nasional kerajaan. Arab Saudi menyerang pasukan separatis di Yaman selatan—yang merupakan sekutu UEA—pada bulan Desember dan sejak itu berupaya mengusir pasukan negara tetangganya itu sepenuhnya dari Yaman.

Surat itu menegaskan kembali bahwa Arab Saudi memandang Yaman sebagai wilayah pengaruhnya dan bahwa Riyadh berencana untuk mengambil tanggung jawab atas negara yang dilanda perang di perbatasan selatannya itu.

Keluhan yang diangkat dalam surat tersebut telah digaungkan di depan umum dan secara pribadi sebelumnya, tetapi keputusan untuk melibatkan AS patut diperhatikan.

Para pejabat AS dan Barat yang mengetahui isi surat tersebut mengatakan kepada MEE bahwa surat tersebut tidak berisi bagian tanda tangan, tetapi Washington menilai bahwa surat itu dikirim oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pemerintahan Trump relatif diam mengenai perselisihan antara dua sekutu Teluknya tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
IOC Tolak Investigasi...
IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved