KKB Minta Selandia Baru Jadi Mediator Pembebasan Pilot Susi Air

Rabu, 26 April 2023 - 15:26 WIB
loading...
KKB Minta Selandia Baru...
Pilot Selandia Baru Philip Mehrtens duduk di antara anggota KKB Papua pada 6 Maret 2023. Foto/CNN
A A A
NDUGA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), meminta pemerintah Selandia Baru untuk menengahi dan memulai negosiasi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mehrtens. Mereka juga mendesak pihak berwenang di Indonesia untuk menghentikan operasi militernya di Papua.

Tuntutan itu disampaikan langsung oleh juru bicara kelompok tersebut, Sebby Sambom, dalam video terbaru yang memperlihatkan kondisi Mehrtens yang sudah tiga bulan disandera.

“Kami menekankan bahwa pembebasan pilot harus melalui negosiasi – bukan melalui operasi militer,” kata Sambom.

“Oleh karena itu, Presiden Indonesia Joko Widodo harus segera menghentikan operasi militer di Ndugama — kalau tidak (akan) membahayakan nyawa pilot Selandia Baru,” ancamnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (26/4/2023).

Sebelumnya, KKB merilis sebuah video yang memperlihatkan kondisi Mehrtens yang diculik saat mendaratkan pesawat charter komersial Susi Air di Bandara Paro di dataran tinggi terpencil di Kabupaten Nduga pada Februari lalu.

Dalam video berdurasi 1,5 menit itu, Mehrtens tampak mengenakan kaus hitam dan celana pendek. Ia duduk di antara dua pria Papua tak bersenjata. Ia berbicara dengan tenang di depan kamera, pertama dalam bahasa Indonesia dan kemudian bahasa Inggris.

Baca Juga: Media Asing Soroti Gugurnya TNI dalam Operasi Pembebasan Pilot Susi Air

“Selamat siang, hari ini Senin 24 April 2023 – hampir tiga bulan sejak mereka (pejuang separatis) menculik saya dari Paro,” kata Mehrtens.

“Seperti yang Anda lihat, saya masih hidup – saya sehat. Saya sudah makan enak, minum,” sambungnya.

“Saya tinggal bersama orang-orang di sini – kami bepergian bersama sesuai kebutuhan, kami duduk bersama, kami beristirahat bersama,” ujarnya.

Dia kemudian meminta pihak berwenang Indonesia untuk menghentikan serangan udara yang sedang berlangsung di Kabupaten Nduga tempat dia ditahan, dengan mengatakan serangan itu dapat membahayakan nyawanya dan juga orang lain.

“Indonesia telah menjatuhkan bom di wilayah tersebut selama seminggu terakhir,” kata Mehrtens.

“Tolong, tidak perlu, itu berbahaya bagi saya dan semua orang di sini. Terima kasih atas dukungan Anda," imbuhnya.

Baca Juga: KKB Penyandera Pilot Susi Air Batalkan Tuntutan Kemerdekaan Papua Barat

Ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Indonesia, TPNPB secara berkala merilis pembaruan tentang Mehrtens – yang ditangkap oleh para pejuang pada bulan Februari setelah mendaratkan penerbangan charter komersial Susi Air di Bandara Paro.

Mereka belum mengungkapkan lokasi Mehrtens.

Pasukan keamanan Indonesia sebelumnya mengatakan mereka akan menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat membahayakan nyawa Mehrtens tetapi melancarkan operasi pencarian militer untuk pilot itu yang mengakibatkan bentrokan.

Pekan lalu kelompok pemberontak separatis itu mengklaim membunuh sedikitnya 13 tentara Indonesia – jumlah yang dianggap sebagai “berita palsu” oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang mengkonfirmasi satu kematian dan mengatakan empat tentara hilang sementara sisanya telah kembali ke pos mereka.

Dalam sebuah pernyataan setelah serangan, KKB mengatakan mereka menembak mati 13 pejabat militer dan polisi Indonesia serta memiliki 12 mayat, tanpa memberikan bukti.

Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan dia telah menerima laporan tentang peningkatan konfrontasi militer dan sekali lagi meminta kelompok separatis Papua untuk membebaskan Mehrtens, lapor kantor berita afiliasi CNN, RNZ.

Baca Juga: KKB Sandera Pilot Susi Air, Media Inggris Sebut Egianus Kogoya Teroris Psikopat
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rakyat Selandia Baru...
Rakyat Selandia Baru Marah Besar ketika Pemerintahannya Tak Akui Negara Palestina
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved