Pemimpin Kristen Ortodoks Ukraina Jadi Tahanan Rumah
Minggu, 02 April 2023 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Uskup Senior Ortodoks Ukraina kepada Zelensky: Celakalah Kamu!
Parabiarawan di biara milik Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) dituduh memiliki hubungan dengan Rusia. Perselisihan seputar properti, juga dikenal sebagai Biara Gua, adalah bagian dari konflik agama yang lebih luas yang terungkap bersamaan dengan pecahnya perang.
Pemerintah Ukraina telah menindak UOC atas hubungan historisnya dengan Gereja Ortodoks Rusia, yang pemimpinnya, Patriark Kirill, telah mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin dalam invasi ke Ukraina.
Banyak komunitas Ortodoks di Ukraina telah memutuskan hubungan mereka dengan UOC dan beralih ke Gereja Ortodoks pesaingnya dari Ukraina, yang lebih dari empat tahun lalu menerima pengakuan dari Patriark Ekumenis Konstantinopel.
UOC bersikeras bahwa mereka setia kepada Ukraina dan mengecam invasi Rusia. Tetapi badan-badan keamanan Ukraina mengatakan beberapa orang di gereja itu mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow. Badan-badan tersebut telah menggerebek banyak tempat suci gereja dan kemudian memposting foto rubel, paspor Rusia, dan selebaran dengan pesan dari patriarki Moskow sebagai bukti bahwa beberapa pejabat gereja setia kepada Rusia.
Pemerintah Ukraina telah memerintahkan para rohaniawan untuk meninggalkan kompleks tersebut pada 29 Maret. Pemerintah Ukraina mengklaim bahwa mereka melanggar sewa dengan membuat perubahan pada situs bersejarah, dan pelanggaran teknis lainnya. Para rohaniawan menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai dalih untuk mengusir mereka.
Baca Juga: Uskup Metropolitan Pavel Khawatir Biara Ortodoks Timur Diserbu Tentara Ukraina
Parabiarawan di biara milik Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) dituduh memiliki hubungan dengan Rusia. Perselisihan seputar properti, juga dikenal sebagai Biara Gua, adalah bagian dari konflik agama yang lebih luas yang terungkap bersamaan dengan pecahnya perang.
Pemerintah Ukraina telah menindak UOC atas hubungan historisnya dengan Gereja Ortodoks Rusia, yang pemimpinnya, Patriark Kirill, telah mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin dalam invasi ke Ukraina.
Banyak komunitas Ortodoks di Ukraina telah memutuskan hubungan mereka dengan UOC dan beralih ke Gereja Ortodoks pesaingnya dari Ukraina, yang lebih dari empat tahun lalu menerima pengakuan dari Patriark Ekumenis Konstantinopel.
UOC bersikeras bahwa mereka setia kepada Ukraina dan mengecam invasi Rusia. Tetapi badan-badan keamanan Ukraina mengatakan beberapa orang di gereja itu mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow. Badan-badan tersebut telah menggerebek banyak tempat suci gereja dan kemudian memposting foto rubel, paspor Rusia, dan selebaran dengan pesan dari patriarki Moskow sebagai bukti bahwa beberapa pejabat gereja setia kepada Rusia.
Pemerintah Ukraina telah memerintahkan para rohaniawan untuk meninggalkan kompleks tersebut pada 29 Maret. Pemerintah Ukraina mengklaim bahwa mereka melanggar sewa dengan membuat perubahan pada situs bersejarah, dan pelanggaran teknis lainnya. Para rohaniawan menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai dalih untuk mengusir mereka.
Baca Juga: Uskup Metropolitan Pavel Khawatir Biara Ortodoks Timur Diserbu Tentara Ukraina
Lihat Juga :