Anggota Parlemen Sayap Kanan Austria WO Saat Zelensky Berpidato
Kamis, 30 Maret 2023 - 19:53 WIB
loading...
Anggota parlemen sayap kanan Austria walk out saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato dan meninggalkan plakat kecil di meja. Foto/Al Jazeera
A
A
A
WINA - Anggota parlemen dari Partai Kebebasan sayap kanan yang pro-Rusia memilih walk out (WO) dari majelis rendah parlemen Austria selama pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky .
Zelenskyy berpidato di majelis melalui tautan video pada hari Kamis (30/3/2023), di mana ia berterima kasih kepada Austria atas bantuan kemanusiaannya dan membantu proyek-proyek seperti membersihkan ranjau darat.
Politisi sayap kanan mengatakan mereka memprotes pidato tersebut karena melanggar prinsip netralitas Austria.
Baca Juga: Zelensky Jelaskan Mengapa Dia Tidak Mundur dari Kota Bakhmut
Anggota parlemen yang keluar dari ruangan meninggalkan plakat kecil di meja mereka yang menampilkan logo partai dan "ruang untuk netralitas" atau "ruang untuk perdamaian" seperti dikutip dari Al Jazeera.
Austria mengatakan kenetralannya mencegahnya dari keterlibatan militer dalam konflik. Meskipun mendukung Ukraina secara politik, ia tidak dapat mengirim senjata ke negara itu dalam perjuangannya melawan invasi Rusia.
Bagaimanapun, Partai Kebebasan (FPO) telah memperingatkan beberapa hari sebelumnya bahwa mereka akan mengadakan semacam protes terhadap pidato Zelenskyy. Anggota parlemennya menghadiri awal pidato dan kemudian pergi.
Zelenskyy berpidato di majelis melalui tautan video pada hari Kamis (30/3/2023), di mana ia berterima kasih kepada Austria atas bantuan kemanusiaannya dan membantu proyek-proyek seperti membersihkan ranjau darat.
Politisi sayap kanan mengatakan mereka memprotes pidato tersebut karena melanggar prinsip netralitas Austria.
Baca Juga: Zelensky Jelaskan Mengapa Dia Tidak Mundur dari Kota Bakhmut
Anggota parlemen yang keluar dari ruangan meninggalkan plakat kecil di meja mereka yang menampilkan logo partai dan "ruang untuk netralitas" atau "ruang untuk perdamaian" seperti dikutip dari Al Jazeera.
Austria mengatakan kenetralannya mencegahnya dari keterlibatan militer dalam konflik. Meskipun mendukung Ukraina secara politik, ia tidak dapat mengirim senjata ke negara itu dalam perjuangannya melawan invasi Rusia.
Bagaimanapun, Partai Kebebasan (FPO) telah memperingatkan beberapa hari sebelumnya bahwa mereka akan mengadakan semacam protes terhadap pidato Zelenskyy. Anggota parlemennya menghadiri awal pidato dan kemudian pergi.
Lihat Juga :