Putin Serukan Peta Jalan Perdamaian China untuk Ukraina

Rabu, 22 Maret 2023 - 06:52 WIB
loading...
Putin Serukan Peta Jalan...
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Moskow. Foto/tass
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memuji peta jalan perdamaian 12 poin Beijing untuk Ukraina, selama pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping.

Pemimpin China melakukan kunjungan tiga hari ke Moskow, dan pembicaraan resmi pada Selasa (22/3/2023) berlangsung di Kremlin.

“Kami percaya bahwa banyak dari ketentuan rencana perdamaian yang diajukan oleh China selaras dengan sikap Rusia dan dapat diambil sebagai dasar penyelesaian damai ketika mereka siap untuk itu di Barat dan di Kiev. Namun, sejauh ini kami belum melihat kesiapan seperti itu di pihak mereka,” ujar Putin.

Presiden China mengatakan Beijing terus berpegang teguh pada prinsip-prinsip PBB atas konflik antara Moskow dan Kiev, mempertahankan posisi yang seimbang.

Baca juga: Baru Terungkap, Ternyata Ukraina Takut Mengkritik China, Ini Alasannya

Xi juga mengulangi seruannya pada semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke negosiasi untuk mencari solusi diplomatik untuk permusuhan.

“Kami selalu untuk perdamaian dan dialog, dan kami dengan tegas berdiri di sisi kanan sejarah,” tambah Xi.

Kedua pemimpin bertemu secara tertutup terlebih dahulu, dengan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev dan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, mengambil bagian dalam negosiasi di pihak Rusia.

Pertemuan tersebut diikuti dengan putaran pembicaraan lainnya dengan delegasi yang diperluas, melibatkan lebih banyak menteri pemerintah dan kepala perusahaan negara Rusia.

Kedua pemimpin menyambut baik hubungan yang berkembang antara kedua negara, dengan presiden Rusia menyatakan mereka telah mencapai "level tertinggi yang pernah ada".

“Saya berharap dapat mempertahankan kontak dekat dengan Presiden Vladimir Putin dalam berbagai bentuk untuk berkontribusi pada pengembangan hubungan China-Rusia yang dinamis dan jangka panjang,” ungkap Xi.

Negosiasi datang sebagai bagian dari kunjungan tiga hari pemimpin China ke Rusia, yang dimulai pada Senin.

Sebelumnya pada hari itu, dia mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin.

Selama pertemuan itu, Xi mengungkapkan dia telah mengundang Putin untuk berkunjung akhir tahun ini. Presiden China juga mengundang Mishustin untuk mengunjungi China.

Selama pembicaraan, Rusia dan China menandatangani 14 dokumen, termasuk dua pernyataan bersama oleh presiden, menurut situs web Kremlin.

Di antaranya protokol penguatan kerja sama penelitian ilmiah fundamental, program kerja sama pembangunan reaktor nuklir, kesepakatan kerja sama produksi program TV bersama, serta berbagai nota kesepahaman di berbagai bidang.

Pada Senin, Xi dan Putin mengadakan hampir lima jam pembicaraan informal secara tertutup.

Kunjungan Presiden Xi adalah yang pertama ke Rusia sejak pecahnya konflik Moskow-Kiev, dan juga perjalanan luar negeri pertamanya sejak mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai kepala negara China.

Kedua negara telah menegaskan kembali komitmen mereka membangun dunia multipolar dan memperkuat hubungan mereka, yang digambarkan sebagai “kemitraan strategis.”

Menurut Xi, membangun hubungan yang lebih dekat dengan Rusia adalah “pilihan strategis yang dibuat China atas dasar kepentingan fundamentalnya sendiri dan tren yang berlaku di dunia.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved