Rusia: Barat Setting Asia untuk Konflik Selama Bertahun-tahun
Selasa, 14 Maret 2023 - 21:05 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/The Hindu
A
A
A
MOSKOW - Perluasan kehadiran militer Barat di Asia berisiko menyebabkan konflik berkepanjangan karena orang-orang di kawasan itu tidak akan menerima diktat semacam itu. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
"Dengan mendorong struktur blok, seperti AUKUS dan infrastruktur NATO ke Asia, para pemimpin Barat membuat tawaran serius untuk konfrontasi yang berlangsung selama bertahun-tahun," katanya dalam sebuah pertemuan di Moskow.
“Saya tidak dapat membayangkan peradaban besar Asia mengikuti garis seperti yang sayangnya dilakukan UE, dan dengan patuh menyampaikan agenda Washington,” jelas Lavrov seperti dikutip dari RT, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga: Australia Beli Kapal Selam, China Tuding AUKUS Kobarkan Perlombaan Senjata
Lavrov, yang berbicara pada pertemuan perdana Gerakan Russophile Internasional, mengatakan bahwa Moskow tidak memiliki kebiasaan memerintah negara lain tidak seperti negara-negara Barat.
Organisasi baru, yang disambut oleh menteri luar negeri atas nama Presiden Rusia Vladimir Putin, diusulkan oleh politisi Bulgaria Nikolay Malinov, yang simpatinya terhadap negara tersebut sangat terkenal.
"Dengan mendorong struktur blok, seperti AUKUS dan infrastruktur NATO ke Asia, para pemimpin Barat membuat tawaran serius untuk konfrontasi yang berlangsung selama bertahun-tahun," katanya dalam sebuah pertemuan di Moskow.
“Saya tidak dapat membayangkan peradaban besar Asia mengikuti garis seperti yang sayangnya dilakukan UE, dan dengan patuh menyampaikan agenda Washington,” jelas Lavrov seperti dikutip dari RT, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga: Australia Beli Kapal Selam, China Tuding AUKUS Kobarkan Perlombaan Senjata
Lavrov, yang berbicara pada pertemuan perdana Gerakan Russophile Internasional, mengatakan bahwa Moskow tidak memiliki kebiasaan memerintah negara lain tidak seperti negara-negara Barat.
Organisasi baru, yang disambut oleh menteri luar negeri atas nama Presiden Rusia Vladimir Putin, diusulkan oleh politisi Bulgaria Nikolay Malinov, yang simpatinya terhadap negara tersebut sangat terkenal.
Lihat Juga :