Oposisi Rusia Sebut Perang Ukraina Buntu, Desak Perdamaian

Sabtu, 11 Maret 2023 - 00:29 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Januari, 11 bulan setelah perang, Putin menginstruksikan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk memaksakan gencatan senjata di Ukraina menjelang Natal Ortodoks, yang dirayakan pada tanggal 7 Januari.

Beberapa hari kemudian, pejabat Ukraina mengatakan pasukan militer Rusia menyerang bagian timur Ukraina meskipun Putin memerintahkan gencatan senjata 36 jam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak seruan gencatan senjata, menyebut Rusia ingin memanfaatkan Natal sebagai kedok. "Untuk setidaknya menghentikan gerak maju orang-orang kita di Donbas dan membawa peralatan, amunisi, dan orang-orang yang dimobilisasi [Rusia] lebih dekat ke posisi kita," katanya.

"Apa yang akan terjadi? Hanya peningkatan jumlah kematian," kata Zelensky dalam sebuah pidato video saat itu.

Yavlinsky menggambarkan tahun sejak perang dimulai sebagai yang paling sulit dan menyakitkan dalam hidupnya. Ketika ditanya apakah dia memiliki kekhawatiran untuk berbicara secara terbuka menentang Putin, politisi tersebut mengatakan dia mencoba untuk tidak memikirkannya.

"Saya adalah lawan Putin dalam pemilihan presiden dua kali, dan ada jutaan orang yang memilih saya. Jadi kewajiban saya untuk mengatakan kebenaran dan mengatakan apa yang saya pikirkan, terutama dalam situasi berbahaya ini," katanya.

"Apa konsekuensinya? Kita lihat saja."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved