Oposisi Rusia Sebut Perang Ukraina Buntu, Desak Perdamaian

Sabtu, 11 Maret 2023 - 00:29 WIB
loading...
A A A
Yavlinsky memberikan pidato pembukaan, dengan mengatakan: "Hari ini, Rusia disesuaikan dengan realitas Vladimir Putin."

Namun, penentangannya terhadap perang harus dibayar mahal. Ada banyak upaya oleh mereka yang mendukung konflik untuk melikuidasi Yabloko, partai sosial-liberal yang memiliki wakil di empat Parlemen regional: Moskow, St Petersburg, wilayah Pskov, dan Karelia.

Baca juga: Rentetan Rudal Rusia Hujani Kota-kota Ukraina, Sirene Meraung-raung

Kantor berita RIA Novosti melaporkan pada 7 Maret bahwa seorang anggota Duma Negara (Parlemen) Rusia, Nikolai Novichkov, mengajukan permohonan kepada Menteri Kehakiman Konstantin Chuichenko dengan proposal untuk mempertimbangkan kemungkinan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk membubarkan partai tersebut. "Karena kemungkinan ada tanda-tanda kegiatan ekstremis," katanya.

"Ini pertama kali terjadi pada bulan April, tahun lalu, dan kemudian terjadi setiap saat. Sangat sulit bahkan untuk menghitung berapa kali," kata Yavlinsky kepada Newsweek.

"Ada banyak orang...yang hanya mendukung rezim saat ini...dan menyerang orang-orang yang tidak mendukung perang, seperti Yabloko—struktur politik yang terorganisir, yang menentang perang. Mereka berusaha menghancurkan struktur ini, mereka tidak ingin struktur ini ada," paparnya.

Meskipun Partai Yabloko saat ini tidak melakukan dialog politik dengan Kremlin, Yavlinsky tetap bertahan dengan upayanya untuk menyerukan gencatan senjata dalam perang Ukraina, yang telah melewati batas satu tahun pada 24 Februari lalu.

"Ini perlu dilakukan secepat mungkin," kata Yavlinsky. "Saya pikir tidak ada yang menang. Ini jalan buntu, oke? Ini jalan buntu, tidak ada yang bisa menang dalam situasi seperti ini."

"Itulah mengapa saya mengatakan bahwa gencatan senjata diperlukan. Dan penting untuk menghentikan pembunuhan orang. Karena tidak ada perkembangan positif. Tidak ada masa depan yang positif," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved