Paus Fransiskus Tegaskan Konflik Ukraina Dipicu Kekaisaran-kekaisaran
Jum'at, 10 Maret 2023 - 21:56 WIB
loading...
Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum pekanan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 8 Maret 2023. Foto/REUTERS/Guglielmo Mangiapane
A
A
A
ROMA - Paus Fransiskus menegaskan Rusia bukan satu-satunya "kekaisaran" yang kepentingannya mendorong konflik di Ukraina.
Pernyataan Paus muncul dalam wawancara dengan televisi Swiss RSI, yang akan dirilis pada Minggu (12/3/2023). Kutipan dari wawancara tersebut diterbitkan pada Jumat oleh beberapa outlet Italia.
Ditanya tentang konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev, Paus mencatat bahwa itu telah berkembang menjadi “perang dunia” di mana “semua kekuatan besar terjerat.”
“Medan perangnya adalah Ukraina. Semua orang berkelahi di sana. Ini membuat industri memikirkan senjata,” ujar Paus.
Dia menyebutkan, pada hari kedua setelah Rusia melancarkan serangan militernya terhadap Ukraina, dia pergi ke Kedutaan Besar Rusia dan menawarkan untuk pergi ke Moskow untuk bernegosiasi secara pribadi dengan Presiden Vladimir Putin.
Baca juga: Xi Jinping Terpilih Kembali sebagai Presiden China, Putin Beri Pujian
Namun, Paus mengatakan dia diberitahu Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov bahwa ini bukan waktunya.
Pernyataan Paus muncul dalam wawancara dengan televisi Swiss RSI, yang akan dirilis pada Minggu (12/3/2023). Kutipan dari wawancara tersebut diterbitkan pada Jumat oleh beberapa outlet Italia.
Ditanya tentang konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev, Paus mencatat bahwa itu telah berkembang menjadi “perang dunia” di mana “semua kekuatan besar terjerat.”
“Medan perangnya adalah Ukraina. Semua orang berkelahi di sana. Ini membuat industri memikirkan senjata,” ujar Paus.
Dia menyebutkan, pada hari kedua setelah Rusia melancarkan serangan militernya terhadap Ukraina, dia pergi ke Kedutaan Besar Rusia dan menawarkan untuk pergi ke Moskow untuk bernegosiasi secara pribadi dengan Presiden Vladimir Putin.
Baca juga: Xi Jinping Terpilih Kembali sebagai Presiden China, Putin Beri Pujian
Namun, Paus mengatakan dia diberitahu Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov bahwa ini bukan waktunya.
Lihat Juga :