Mengapa Ukraina Membutuhkan Ranjau Darat?

Kamis, 21 November 2024 - 10:22 WIB
loading...
Mengapa Ukraina Membutuhkan...
Pasukan Ukraina membutuhkan ranjau darat. Foto/X/@UN
A A A
MOSKOW - Bagi pasukan Ukraina yang terkepung yang mencoba menghentikan kemajuan Rusia di sepanjang garis depan yang panjang di timur, ranjau sangat penting.

Kelompok hak asasi manusia mungkin tidak menyukainya, tetapi dihadapkan dengan kekuatan Rusia yang luar biasa, dalam hal tenaga kerja dan artileri, tidak ada pilihan yang nyaman.

Mengapa Ukraina Membutuhkan Ranjau Darat?

1. Menghalau Pergerakan Tentara Rusia

Taktik Rusia saat ini melibatkan pengiriman kelompok kecil tentara – terkadang tidak lebih dari 3 hingga 5 orang – untuk berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor di belakang posisi Ukraina.

Ini pada dasarnya adalah misi bunuh diri – para prajurit selalu terbunuh atau ditangkap.

Namun di kota-kota yang terkepung seperti Chasiv Yar dan Kurakhove, analis Ukraina mengatakan regu terkadang akan dikirim setiap 20 menit selama berjam-jam, yang menciptakan masalah besar bagi pasukan garis depan Ukraina yang kelelahan.

“Sangat sulit untuk mengatasinya,” kata Serhiy Kuzan dari Pusat Keamanan dan Kerjasama Ukraina kepada BBC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Berita Terkini
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved