Prancis Sebut Pengayaan Uranium Iran Sangat Memprihatinkan
Jum'at, 03 Maret 2023 - 05:00 WIB
loading...
Prancis Sebut Pengayaan Uranium Iran Sangat Memprihatinkan. FOTO/Reuters
A
A
A
PARIS - Pemerintah Prancis menyebut perkembangan program nuklir Iran "sangat memprihatinkan". Pernyataan ini dilontarkan setelah pengawas nuklir PBB melaporkan menemukan partikel uranium yang diperkaya hanya di bawah 90 persen, yang dibutuhkan untuk sebuah bom atom.
“Laporan ini menyatakan bahwa arah yang diambil Iran sangat memprihatinkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Anne-Claire Legendre kepada wartawan, Kamis (2/3/2023), seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan, perkembangan ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Baca juga: Cari Kepastian Soal Pengayaan Uranium, Kepala IAEA Segera Kunjungi Iran
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi, bahwa mereka telah mendeteksi partikel uranium yang diperkaya hingga 83,7 persen, hanya kurang dari 90 persen yang diperlukan untuk menghasilkan perangkat nuklir.
"Diskusi masih berlangsung untuk menentukan asal partikel-partikel ini," kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah laporan rahasia yang dilihat oleh AFP seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (1/3/2023).
“Laporan ini menyatakan bahwa arah yang diambil Iran sangat memprihatinkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Anne-Claire Legendre kepada wartawan, Kamis (2/3/2023), seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan, perkembangan ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Baca juga: Cari Kepastian Soal Pengayaan Uranium, Kepala IAEA Segera Kunjungi Iran
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi, bahwa mereka telah mendeteksi partikel uranium yang diperkaya hingga 83,7 persen, hanya kurang dari 90 persen yang diperlukan untuk menghasilkan perangkat nuklir.
"Diskusi masih berlangsung untuk menentukan asal partikel-partikel ini," kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah laporan rahasia yang dilihat oleh AFP seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (1/3/2023).
Lihat Juga :