Biden Merespons Putin: Rusia Akan Kalah!

Rabu, 22 Februari 2023 - 02:42 WIB
loading...
Biden Merespons Putin:...
Presiden AS Joe Biden bersumpah Rusia akan kalah di Ukraina dalam pidato di Polandia. Foto/USA Today
A A A
WARSAWA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersumpah Rusia akan dikalahkan di Ukraina dalam pidato penuh semangat di Polandia. Pernyataan itu meluncur hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji pasukannya akan menang di Ukraina.

"Kebrutalan tidak akan pernah melemahkan keinginan kebebasan, dan Ukraina tidak akan pernah menjadi kemenangan bagi Rusia," kata Biden kepada massa yang bersorak sorai di taman Kastil Warsawa, sehari setelah tiba sebelumnya setelah kunjungan mendadak ke Ukraina.

Presiden AS itu mengingat bahwa satu tahun yang lalu, dunia bersiap untuk jatuhnya Kiev.

Namun dia menambahkan: "Saya dapat melaporkan: Kiev berdiri kuat, Kiev berdiri dnegan bangga, berdiri tegak dan, yang paling penting, berdiri bebas."

Biden memberikan penghormatan kepada pemimpin Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky, dengan menyatakan bahwa keberaniannya ditempa dalam api dan baja.

Pemimpin AS itu kemudian memuji tekad mitra NATO.

Baca: Putin Ungkap Berbagai Kondisi untuk Perluas Operasi Militer Rusia di Ukraina

“Mengetahui siapa yang berdiri bersamamu membuat semua perbedaan. Itulah arti solidaritas,” ucapnya.

“Demokrasi dunia telah tumbuh lebih kuat, bukan lebih lemah, otokrat tumbuh lebih lemah, bukan lebih kuat,” ia menambahkan seperti dikutip dari INews, Rabu (22/2/2023).

Biden memperingatkan bahwa koalisi di belakang Ukraina akan menghadapi hari-hari yang sulit dan sangat pahit di depan, menunjukkan bahwa AS melihat sedikit prospek resolusi cepat atau kemenangan Ukraina.

Tapi dia bersumpah bahwa demokrasi dunia akan menjaga kebebasan hari ini, besok dan selamanya.

Presiden AS itu juga menawarkan jaminan kepada Polandia, yang berbatasan dengan Ukraina dan telah dihantam dengan rudal nyasar, dengan menegaskan kembali komitmen untuk menghormati Pasal 5 pakta keamanan bersama NATO.

"Serangan terhadap satu adalah serangan terhadap semua," katanya. “Itu sumpah suci,” tegasnya.

Baca: Putin: Rusia Siap Dialog dengan Barat Selama Bertahun-tahun, Tapi Diabaikan, Ditolak!

Pidato tersebut menandai kunjungan kedua Biden ke Polandia dalam setahun, yang telah menjadi salah satu anggota koalisi paling aktif yang mendukung Ukraina dan salah satu penyumbang bantuan terkemuka.

Pada kunjungan Biden sebelumnya ke Polandia, dia memicu kontroversi dalam pidato tanpa naskah dengan mengatakan Presiden Putin tidak dapat tetap berkuasa, yang ditafsirkan sebagai AS menginginkan perubahan rezim di Rusia. Gedung Putih kemudian mengklarifikasi bahwa itu bukan kebijakannya.

Sementara itu, Presiden Polandia Andrzej Duda berterima kasih kepada tamunya karena telah mengunjungi Ukraina, menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi zona perang di mana militer AS tidak berperang.

“Biden menunjukkan di Kiev bahwa dunia bebas tidak takut pada apa pun,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada tempat "untuk berbisnis seperti biasa" dengan Rusia.

Gedung Putih mengumumkan paket dukungan baru senilai USD450 juta atau sekitar Rp6,8 triliun untuk Ukraina pada hari Senin termasuk amunisi artileri, sistem pertahanan udara, dan dukungan untuk infrastruktur energi yang mendapat kecaman dari rudal Rusia. Total bantuan AS ke Ukraina sekarang melebihi USD46 miliar (Rp700 trliun).

Biden disambut di hotelnya di Warsawa oleh sekelompok kecil pengunjuk rasa yang menuntut AS memasok jet tempur F-16 ke Ukraina.

Baca: Dokumen Kremlin Ungkap Rusia Ingin Caplok Belarusia Tahun 2030
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Gempa M7,0 Guncang Filipina,...
Gempa M7,0 Guncang Filipina, Gedung Kampus Ambruk
Rekomendasi
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved