Sosok Sun Yat Sen, Revolusioner China tapi Jadi Presiden Pertama Taiwan

Senin, 20 Februari 2023 - 13:58 WIB
loading...
Sosok Sun Yat Sen, Revolusioner...
Gambar besar dari sosok Sun Yat Sen, revolusioner China yang jadi presiden pertama Republik China atau Taiwan. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Sun Yat Sen (1866-1925) adalah seorang pemimpin revolusioner China tapi menjadi presiden pertama Republik China (nama resmi Taiwan).

Dia adalah tokoh penting dalam penggulingan Dinasti Qing dan tokoh dalam upaya pembentukan pemerintahan demokratis di China.

Sun lahir dari keluarga petani di Ceheng, Provinsi Guangdong, China. Dia bersekolah di sekolah lokal sebelum melanjutkan studi kedokteran di Hong Kong, di mana dia mengenal ide dan politik Barat.

Sun memasuki dunia politik pada tahun 1894, mendirikan Revive China Society, yang berupaya memodernisasi China dan mengakhiri Dinasti Qing. Dia memimpin beberapa pemberontakan yang gagal melawan Dinasti Qing, tetapi usahanya membantu pembentukan gerakan revolusioner China.

Gagasan dan visi Sun untuk China baru didasarkan pada tiga prinsip: nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Dia percaya bahwa untuk mendapatkan kembali kedaulatan dan menjadi negara yang makmur, China perlu melakukan modernisasi dan menjadi lebih demokratis. Gagasan dan prinsipnya dikenal sebagai Prinsip Tiga Rakyat.

Upaya revolusioner Sun memuncak pada jatuhnya Dinasti Qing pada tahun 1911. Sun diangkat sebagai presiden sementara Republik China dan mulai melakukan reformasi untuk memodernisasi negara. Namun, masa kepresidenannya singkat, dan dia terpaksa mengundurkan diri pada tahun 1912.

Sun terus bekerja untuk pembentukan pemerintahan demokratis di China setelah mengundurkan diri. Dia mendirikan Partai Kuomintang (KMT) dengan tujuan mempersatukan negara dan membentuk pemerintahan yang demokratis. Namun, upayanya terhambat oleh panglima perang dan kekuatan asing yang berusaha mempertahankan kendali atas China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved