AS Tunggu Rencana Arab untuk Gaza, Ide Trump Masih Satu-satunya
Jum'at, 14 Februari 2025 - 19:30 WIB
loading...
Sejumlah besar peralatan konstruksi berat yang dikirim dari Mesir ke Gaza menunggu di sisi Mesir dari perbatasan Rafah untuk memasuki Gaza, di Rafah, Mesir pada 13 Februari 2025. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump memberi waktu kepada negara-negara Arab untuk mengajukan proposal yang layak untuk Gaza pascaperang, tetapi untuk saat ini, "satu-satunya rencana adalah rencana Trump."
Berbicara di The Clay Travis and Buck Sexton Show, Rubio menekankan meskipun gencatan senjata tampaknya berhasil, isu utamanya tetap ada, "Pada titik tertentu, Anda harus mencari tahu, oke, apa yang terjadi dengan Gaza?"
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, dia mengkritik negara-negara Arab karena menyatakan dukungan untuk Palestina tetapi gagal mengambil tindakan.
"Tidak ada dari mereka yang ingin menerima warga Palestina, tidak ada dari mereka yang memiliki sejarah melakukan apa pun untuk Gaza dalam hal itu," ujar Rubio.
Trump telah berulang kali menyerukan merebut kendali Gaza dan memukimkan kembali warga Palestina ke negara-negara tetangga setelah perang genosida Israel untuk membangun apa yang disebutnya "Riviera Timur Tengah."
Berbicara di The Clay Travis and Buck Sexton Show, Rubio menekankan meskipun gencatan senjata tampaknya berhasil, isu utamanya tetap ada, "Pada titik tertentu, Anda harus mencari tahu, oke, apa yang terjadi dengan Gaza?"
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, dia mengkritik negara-negara Arab karena menyatakan dukungan untuk Palestina tetapi gagal mengambil tindakan.
"Tidak ada dari mereka yang ingin menerima warga Palestina, tidak ada dari mereka yang memiliki sejarah melakukan apa pun untuk Gaza dalam hal itu," ujar Rubio.
Trump telah berulang kali menyerukan merebut kendali Gaza dan memukimkan kembali warga Palestina ke negara-negara tetangga setelah perang genosida Israel untuk membangun apa yang disebutnya "Riviera Timur Tengah."
Lihat Juga :