Banyak Apartemen Ambruk Akibat Gempa, Standar Bangunan Turki Dipertanyakan

Sabtu, 11 Februari 2023 - 16:37 WIB
loading...
Banyak Apartemen Ambruk...
Banyak apartemen yang ambruk akibat gempa bumi membuat standar bangunan Turki di pertanyakan. Foto/Ilustrasi
A A A
ISTANBUL - Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo di awal pekan ini menimbulkan kehancuran parah di sejumlah wilayah di Turki . Kehancuran itu pula yang membuat jumlah korban tewas hingga menembus angka puluhan ribu jiwa.

Apartemen-apartemen banyak yang hancur, menyisakan puing. Bangunan baru dan lama, beberapa dibangun baru berusia enam bulan, runtuh akibat guncangan gempa. Lainnya diratakan seperti pancake beton.

Muncul pertanyaan dan kemarahan, mengapa di negara dengan banyak garis patahan dan sejarah guncangan besar, kualitas bangunan sangat buruk, sehingga bangunan runtuh seperti kertas.

Para ahli mengatakan, Turki memiliki peraturan untuk mencegah bencana semacam itu. Tapi, itu hanya diterapkan secara longgar oleh perusahaan konstruksi. Sejumlah perusahaan konstruksi besar diketahui memiliki kedekatan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Baca: Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 23.700, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Para pejabat mengatakan 12.141 bangunan hancur atau rusak parah di Turki. “Karena gempa pertama begitu besar, kerusakan sudah diperkirakan. Tetapi, bukan jenis kerusakan yang Anda lihat sekarang," kata Mustafa Erdik, seorang profesor di Universitas Bogazici yang berbasis di Istanbul, seperti dikutip dari AFP.

“Bahkan jika sebuah bangunan roboh, orang biasanya dapat bersembunyi sampai para pencari dapat menyelamatkan mereka. Tapi kali ini, bangunan mengalami "runtuh serabi”. Lantainya bertumpuk satu sama lain,” lanjutnya.

Penyebab bangunan runtuh biasanya terkait dengan kualitas beton yang buruk, yang terkadang tercampur dengan terlalu banyak air dan kerikil, dan terlalu sedikit beton, menurut Zihni Tekin, seorang konsultan di Universitas Teknik Istanbul.

Baca: Seismolog: Gempa Lain Berkekuatan 7 SR Segera Guncang Turki Barat Kapan Saja

“Alasan lainnya termasuk batang baja yang terlalu tipis untuk menopang kolom, yang membatasi kekuatan bangunan,” jelas Tekin.

Tetapi Tekin juga menyalahkan rendahnya kualitas pendidikan insinyur dan arsitek, meskipun universitas swasta muncul di seluruh Turki. Pejabat Turki juga bertaruh dengan melonggarkan peraturan.

Menurut Edik, prosedur birokrasi yang berat juga akhirnya menipiskan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. "Langkah dan penandatangannya banyak, sehingga pada akhirnya sulit untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab," ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah ini, dia merekomendasikan untuk memberlakukan asuransi pada semua pelaku terhadap malpraktik yang menjamin kompensasi korban oleh kontraktor yang bersalah. "Begitulah di tempat lain di dunia dan seharusnya di Turki," katanya.

Baca: AS Kerahkan Kapal Induk ke Laut Mediterania untuk Bantu Turki

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved