Anggota Parlemen AS Usulkan Kirim Hanya 1 Tank Abrams untuk Ukraina

Senin, 23 Januari 2023 - 15:43 WIB
loading...
Anggota Parlemen AS Usulkan Kirim Hanya 1 Tank Abrams untuk Ukraina
Tank M1A1 Abrams Angkatan Darat AS menghadiri latihan militer kelompok tempur Forward Presence yang disempurnakan NATO Crystal Arrow 2021 di Adazi, Latvia, 26 Maret 2021. Foto/REUTERS/Ints Kalnins
A A A
WASHINGTON - Anggota DPR Amerika Serikat (AS) Michael McCaul berpendapat mengumumkan rencana menyediakan tank M1 Abrams kebanggaan Amerika ke Ukraina, bahkan jika hanya satu, akan membuat Jerman tidak memiliki alasan menunda pengiriman tank Leopard-nya ke Kiev.

"Jika kita mengumumkan akan memberikan tank Abrams, hanya satu ... yang saya dengar adalah bahwa Jerman sedang menunggu kita untuk memimpin, kemudian mereka akan memasukkan tank Leopard," ujar McCaul pada Minggu (22/1/2023) dalam wawancara dengan ABC News.

Republikan Texas yang memimpin Komite Urusan Luar Negeri DPR AS itu menambahkan, langkah ini juga akan mendorong Jerman memberikan izin kepada negara-negara Eropa lainnya yang menggunakan Leopard untuk memberikan beberapa tank mereka ke Ukraina.

McCaul telah menjadi salah satu Republikan paling keras di DPR. Dia bersumpah untuk terus menyediakan persenjataan bagi Ukraina untuk melawan pasukan Rusia terlepas dari meningkatnya penolakan publik terhadap bantuan tersebut.

Baca juga: Rusia Peringatkan Barat tentang Tragedi Global

Dia mengklaim Kiev harus segera diberi tank dan artileri jarak jauh, untuk membantu menangkis dugaan serangan Rusia yang akan segera terjadi.

Ditanya penyiar ABC Martha Raddatz apakah hanya satu tank Abrams yang cukup untuk memicu Jerman memberikan persenjataan yang lebih canggih ke Ukraina, McCaul mengisyaratkan Washington dapat menipu sekutunya.

“Bahkan mengatakan kita akan memasukkan tank Abrams, saya pikir, akan cukup bagi Jerman untuk melepaskan (tank Leopard-nya),” papar dia.

McCaul juga mengatakan Kiev membutuhkan artileri jarak jauh untuk menyerang sasaran di Crimea, menepis risiko serangan di semenanjung, yang dianggap Moskow sebagai wilayah berdaulat Rusia.

Ditanya bagaimana reaksi Presiden Rusia Vladimir Putin, McCaul menunjuk pada bagaimana Washington tampaknya lolos dengan eskalasi bantuan di masa lalu, seperti memberikan peluncur roket HIMARS ke Ukraina.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2189 seconds (10.177#12.26)