Media Asing Turut Beritakan Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 08:01 WIB
The Guardian juga mengutip pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan lebih dari 120 orang meninggal dunia. Para pejabat masih mengumpulkan jumlah korban yang terluka, tambahnya.
“Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena kekacauan, kepadatan, terinjak-injak dan mati lemas,” tegas Wiyanto, seraya menambahkan bahwa total yang terluka pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit setempat yang berbeda.
Sementara itu, Associated Press dalam laporannya menyebutkan bahwa korban jiwa mencapai 127 orang termasuk dua petugas polisi.
"Lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mengobati luka-luka tetapi banyak yang meninggal dalam perjalanan dan selama perawatan," tulis Associated Press mengutip pernyataan Kapolda Jawa Timur Nico Afinta.
Menurut Afintas polisi terpaksa menembakkan gas air mata setelah sejumlah tawuran antara para pendukung kedua tim pecah. Itu menyebabkan kepanikan di kalangan suporter.
Ratusan orang berlarian ke pintu keluar untuk menghindari gas air mata. Beberapa terjebak dalam kekacauan dan yang lainnya terinjak-injak, menewaskan 34 orang hampir seketika.
Baca: Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia di Tengah Kerusuhan
Sedangkan The New York Times dalam laporannya yang berjudul Riots at Indonesian Soccer Match Leave Several Fans Dead atau Kerusuhan di Pertandingan Sepak Bola Indonesia Menyebabkan Beberapa Fans Meninggal melaporkan bahwa petugas keamanan berusaha menjaga kerumunan dengan memukul dan menendang pendukung.
“Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena kekacauan, kepadatan, terinjak-injak dan mati lemas,” tegas Wiyanto, seraya menambahkan bahwa total yang terluka pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit setempat yang berbeda.
Sementara itu, Associated Press dalam laporannya menyebutkan bahwa korban jiwa mencapai 127 orang termasuk dua petugas polisi.
"Lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mengobati luka-luka tetapi banyak yang meninggal dalam perjalanan dan selama perawatan," tulis Associated Press mengutip pernyataan Kapolda Jawa Timur Nico Afinta.
Menurut Afintas polisi terpaksa menembakkan gas air mata setelah sejumlah tawuran antara para pendukung kedua tim pecah. Itu menyebabkan kepanikan di kalangan suporter.
Ratusan orang berlarian ke pintu keluar untuk menghindari gas air mata. Beberapa terjebak dalam kekacauan dan yang lainnya terinjak-injak, menewaskan 34 orang hampir seketika.
Baca: Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia di Tengah Kerusuhan
Sedangkan The New York Times dalam laporannya yang berjudul Riots at Indonesian Soccer Match Leave Several Fans Dead atau Kerusuhan di Pertandingan Sepak Bola Indonesia Menyebabkan Beberapa Fans Meninggal melaporkan bahwa petugas keamanan berusaha menjaga kerumunan dengan memukul dan menendang pendukung.
Lihat Juga :