Media Asing Turut Beritakan Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan

Minggu, 02 Oktober 2022 - 08:01 WIB
"Saat perkelahian pecah, pihak berwenang menembakkan gas air mata ke lapangan dan ke tribun. Satu video dari tempat kejadian menunjukkan penggemar melarikan diri dari awan gas air mata di lapangan. Outlet berita lokal mengatakan ribuan penggemar berjuang untuk bernapas dan beberapa akhirnya pingsan," tulis The New York Times.

The New York Times juga mengutip pernyataan Akhmad Hadian Lukita, Presiden Direktur PT Liga Indonesia Baru atau LIB, yang menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

“Kami prihatin dan sangat menyayangkan kejadian ini,” kata Akhmad Hadian Lukita.

“Kami turut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” sambungnya.

The New York Times juga menulis bahwa kekerasan dalam sepak bola telah lama menjadi masalah bagi Indonesia. Kekerasan, seringkali persaingan antara tim-tim besar yang berujung pada kematian adalah hal biasa. Beberapa tim yang memiliki klub penggemar bahkan mempunyai apa yang disebut komandan, yang memimpin pasukan pendukung untuk pertandingan di seluruh Indonesia. Suar sering dilemparkan ke lapangan dan polisi anti huru hara selalu hadir di banyak pertandingan.

"Sejak 1990-an, puluhan penggemar tewas dalam kekerasan terkait sepak bola. Setelah pertandingan hari Sabtu, angka-angka itu akan bertambah sekali lagi," tulis The New York Times.

Baca: Otoritas Palestina Tangkap Petinggi Hamas yang Diburu Israel, Kerusuhan Pecah
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!