Presiden Zelensky: Afrika Sandera dalam Perang Rusia di Ukraina
Selasa, 21 Juni 2022 - 03:03 WIB
“Kami sedang melakukan negosiasi bertingkat yang kompleks untuk membuka blokir pelabuhan Ukraina kami. Tetapi, belum ada kemajuan karena belum ada alat nyata yang ditemukan untuk memastikan Rusia tidak menyerang mereka lagi,” jelasnya.
Sejauh ini, organisasi global belum menemukan cara untuk meyakinkan Rusia untuk mengakhiri invasinya. “Itulah sebabnya krisis pangan di dunia akan terus berlanjut selama perang kolonial ini berlanjut,” kata Zelensky.
Menurut Zelensky, Kirv ingin "mengintensifkan" dialog dengan negara-negara anggota Uni Afrika dan akan segera menunjuk perwakilan khusus untuk Afrika. Dan dia juga mengusulkan pembukaan diskusi tentang “konferensi politik dan ekonomi besar” tentang hubungan antara Ukraina dan Afrika.
Presiden Senegal dan ketua Uni Afrika Macky Sall berterima kasih kepada Zelenskyy di Twitter dan mengatakan Afrika “tetap berkomitmen untuk menghormati aturan hukum internasional, penyelesaian konflik secara damai dan kebebasan perdagangan”.
Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat juga menegaskan kembali “kebutuhan mendesak akan dialog untuk mengakhiri konflik untuk memungkinkan perdamaian kembali ke kawasan dan untuk memulihkan stabilitas global” dalam sebuah posting di Twitter.
Lihat Juga: Masa Depan Suram bagi Ukraina, Berikut 7 Konsekuensi Buruk Kepemimpinan Donald Trump dalam Perang di Eropa
Sejauh ini, organisasi global belum menemukan cara untuk meyakinkan Rusia untuk mengakhiri invasinya. “Itulah sebabnya krisis pangan di dunia akan terus berlanjut selama perang kolonial ini berlanjut,” kata Zelensky.
Menurut Zelensky, Kirv ingin "mengintensifkan" dialog dengan negara-negara anggota Uni Afrika dan akan segera menunjuk perwakilan khusus untuk Afrika. Dan dia juga mengusulkan pembukaan diskusi tentang “konferensi politik dan ekonomi besar” tentang hubungan antara Ukraina dan Afrika.
Presiden Senegal dan ketua Uni Afrika Macky Sall berterima kasih kepada Zelenskyy di Twitter dan mengatakan Afrika “tetap berkomitmen untuk menghormati aturan hukum internasional, penyelesaian konflik secara damai dan kebebasan perdagangan”.
Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat juga menegaskan kembali “kebutuhan mendesak akan dialog untuk mengakhiri konflik untuk memungkinkan perdamaian kembali ke kawasan dan untuk memulihkan stabilitas global” dalam sebuah posting di Twitter.
Lihat Juga: Masa Depan Suram bagi Ukraina, Berikut 7 Konsekuensi Buruk Kepemimpinan Donald Trump dalam Perang di Eropa
(esn)
tulis komentar anda