Tolak Berperang di Ukraina, Pasukan Terjun Payung Rusia Dipecat dan Dipidana
Minggu, 10 April 2022 - 09:38 WIB
Pasukan lintas udara militer Rusia, VDV, telah menderita kerugian besar di Ukraina, yang telah merusak status "elit" mereka sebelumnya.
Baca juga: Ukraina: Putin Luncurkan Serangan Nuklir Berarti Bunuh Diri!
Satu unit di dalam VDV, Resimen Parasut Pengawal 331 yang terkenal, kehilangan komandannya, Kolonel Sergei Sukharev, dan sedikitnya 39 anggota lainnya.
Pasukan Rusia telah menderita kerugian besar sejak memulai invasi ke Ukraina, dan laporan menunjukkan bahwa moral pasukan memburuk.
Pasukan terjun payung Pskov bukan satu-satunya yang dilaporkan menolak untuk bertempur.
Setidaknya 11 anggota Garda Nasional Rosgvardia Rusia di wilayah Khakassia juga memberontak, Newsweek melaporkan, mengutip outlet berita berbahasa Rusia New Focus.
Pengacara hak asasi manusia Pavel Chikhov mengatakan di Telegram bahwa Kapten Farid Chitav dan 11 bawahannya Rosgvardia menolak untuk menyerang Ukraina pada 25 Februari karena perintah itu "ilegal," kata Newsweek.
Baca juga: Ukraina: Putin Luncurkan Serangan Nuklir Berarti Bunuh Diri!
Satu unit di dalam VDV, Resimen Parasut Pengawal 331 yang terkenal, kehilangan komandannya, Kolonel Sergei Sukharev, dan sedikitnya 39 anggota lainnya.
Pasukan Rusia telah menderita kerugian besar sejak memulai invasi ke Ukraina, dan laporan menunjukkan bahwa moral pasukan memburuk.
Pasukan terjun payung Pskov bukan satu-satunya yang dilaporkan menolak untuk bertempur.
Setidaknya 11 anggota Garda Nasional Rosgvardia Rusia di wilayah Khakassia juga memberontak, Newsweek melaporkan, mengutip outlet berita berbahasa Rusia New Focus.
Pengacara hak asasi manusia Pavel Chikhov mengatakan di Telegram bahwa Kapten Farid Chitav dan 11 bawahannya Rosgvardia menolak untuk menyerang Ukraina pada 25 Februari karena perintah itu "ilegal," kata Newsweek.
Lihat Juga :