Perempuan-perempuan Kuat di Tengah Dunia Maskulin

Senin, 22 Juni 2020 - 06:37 WIB
Saat ini adalah periode ketiga wanita bernama lengkap Nancy D' Alesandro Pelosi sebagai Ketua DPR. Selama masa kepresidenan Donald Trump, Pelosi memperoleh lebih banyak pengakuan politik dan media. (Baca juga: Ketua DPR AS Robek Naskah Pidato State of Union Trump)

Pada 2019, ia mulai menggulirkan impeachment terhadap Trump. Keputusan itu mencatatkan namanya dalam sejarah ketatanegaraan AS sebagai pihak yang menginisiasi impeachment terhadap presiden. Dalam sejarah AS hal itu baru dilakukan sebanyak 3 kali.

8. Ursula von der Leyen (Presiden Komisi Eropa)



Ursula von der Leyen adalah wanita pertama yang menjadi Presiden Komisi Eropa. Komisi Eropa adalah cabang eksekutif Uni Eropa dan bertanggung jawab langsung atas undang-undang yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kehidupan lebih dari 700 juta penduduk Eropa. (Baca juga: Von der Leyen Presiden Komisi Eropa yang Baru)

Tidak ada yang terkejut dengan posisi von der Leyen saat ini. Sebelum menjadi Presiden Komisi Eropa, Ursula menjabat sebagai Menteri Pertahanan Jerman di kabinet Angela Merkel. Di bawah kepemimpinannya, Komisi Eropa saat ini memiliki 11 komisaris perempuan

9. Christine Lagarde (Presiden Bank Sentral Eropa)



Bank Sentral Eropa (ECB) disebut sebagai salah satu lembaga keuangan paling terkemuka di dunia. Adalah Christine Lagarde sejak 2019 menjadi Presiden ECB. Hal ini menjadikannya sebagai wanita pertama yang memimpin lembaga tersebut.

Sebagai Presiden ECB, dia memiliki tugas berat di tengah kondisi ketidakpastian politik dan pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat saat ini. Sebelum memimpin ECB, Lagarde memimpin Dana Moneter Internasional (IMF) dari 2011-2019. Dia adalah wanita pertama yang memegang posisi itu.

10. Angela Merkel (Kanselir Jerman)



Angela Merkel saat ini menjalani masa jabatan keempatnya sebagai kanselir Jerman. Dia adalah kanselir perempuan pertama di Jerman dan telah berada di posisi itu sejak 2005.

Pada 2018 dia mengundurkan diri sebagai pemimpin partainya Uni Demokratik Kristen dan juga mengumumkan tidak akan bersaing untuk masa jabatan lain pada 2021. Namun, Merkel tetap memegang banyak kekuatan. (Baca juga: Aliansi Merkel Kritik Keputusan Trump Kurangi Pasukan AS di Jerman)

Meski dunia saat ini di ambang krisis karena wabah Covid 19, dirinya mampu membawa Jerman menjadi negara terdepan secara ekonomi di Eropa. Kepemimpinan Merkel di banyak sisi dianggap luar biasa. Salah satunya dirinya membuka lebar-lebar wilayah Jerman bagi lebih dari 1 juta pengungsi Suriah di tengah sentimen anti migran di kawasan Eropa.

Sumber: www.worldatlas.com
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!