Wali Kota Mariupol Minta Semua Warga Sipil Diberi Kesempatan Melarikan Diri

Selasa, 29 Maret 2022 - 03:05 WIB
Baca: Coba Tinggalkan Mariupol, Pasukan Ukraina Menyamar Jadi Wanita

Presiden Vladimir Putin mengatakan pasukan Rusia sedang melakukan operasi khusus untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.

Mariupol secara luas dipandang sebagai hadiah strategis bagi Rusia untuk menciptakan jembatan antara Krimea, yang dianeksasi oleh Moskow pada 2014, dan dua kantong separatis di Ukraina timur.

Ukraina mengumumkan tidak ada rencana untuk mencoba membuat koridor yang aman di mana saja di negara itu pada hari Senin, memperjelas bahwa mereka takut akan serangan Rusia.

"Intelijen kami telah melaporkan kemungkinan 'provokasi' oleh penjajah di rute koridor kemanusiaan. Jadi, untuk alasan keamanan publik, kami tidak membuka koridor kemanusiaan hari ini," kata Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!