Dinas Intelijen Belarusia Diduga Terkait Serangan Siber yang Hantam Ukraina
Minggu, 16 Januari 2022 - 17:35 WIB
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, hanya menyarankan bahwa "konsekuensi" dari serangan itu akan dirasakan "dalam waktu dekat". Menurut Demedyuk, UNC1151 memiliki “rekam jejak” dalam menargetkan banyak negara.
Dia mengklaim bahwa perangkat lunak berbahaya yang digunakan dalam serangan itu “sangat mirip” dengan yang digunakan oleh ATP-29 – kelompok yang sering disebut sebagai “Cozy Bear.” ATP-29, bersama dengan peretas "Fancy Bear", telah disalahkan oleh media Amerika karena membahayakan komputer Komite Nasional Demokrat menjelang pemilihan presiden AS 2016.
Baca: Rusia Tangkap Geng Ransomware Berbahaya di Dunia
Demedyuk menambahkan bahwa taktik "spionase dunia maya" kelompok itu telah "dikaitkan dengan dinas khusus Rusia (Badan Intelijen Asing Federasi Rusia)". Tampaknya, Demedyuk menjadi pejabat Ukraina pertama yang secara terbuka mengkonfirmasi bahwa serangan itu tidak dilakukan oleh kelompok Rusia.
Sebelumnya, tokoh senior Ukraina lainnya, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Alexey Danilov, menuduh dalam sebuah wawancara dengan Sky News Inggris, bahwa dia “99,9% yakin” Moskow berada di balik peretasan tersebut.
Dia mengklaim bahwa perangkat lunak berbahaya yang digunakan dalam serangan itu “sangat mirip” dengan yang digunakan oleh ATP-29 – kelompok yang sering disebut sebagai “Cozy Bear.” ATP-29, bersama dengan peretas "Fancy Bear", telah disalahkan oleh media Amerika karena membahayakan komputer Komite Nasional Demokrat menjelang pemilihan presiden AS 2016.
Baca: Rusia Tangkap Geng Ransomware Berbahaya di Dunia
Demedyuk menambahkan bahwa taktik "spionase dunia maya" kelompok itu telah "dikaitkan dengan dinas khusus Rusia (Badan Intelijen Asing Federasi Rusia)". Tampaknya, Demedyuk menjadi pejabat Ukraina pertama yang secara terbuka mengkonfirmasi bahwa serangan itu tidak dilakukan oleh kelompok Rusia.
Sebelumnya, tokoh senior Ukraina lainnya, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Alexey Danilov, menuduh dalam sebuah wawancara dengan Sky News Inggris, bahwa dia “99,9% yakin” Moskow berada di balik peretasan tersebut.
Lihat Juga :