Perkembangan Teknologi AI China Bikin Ciut Pusat Kontra Intelijen AS
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 07:20 WIB
Di bawah Presiden Xi Jinping, pemerintah China telah menyatakan tujuannya untuk menciptakan teknologi yang menguntungkan dalam robotika dan bidang lain dalam rencana yang dikenal sebagai "Made in China 2025."
Departemen Kehakiman AS dalam beberapa tahun terakhir telah meletakkan beberapa dakwaan yang menuduh China melakukan pencurian informasi sensitif AS, termasuk penelitian vaksin dan teknologi kendaraan otonom.
Orlando mencatat bahwa bisnis dan akademisi China terikat pada Partai Komunis China dan diharuskan untuk melayani kepentingan partai.
Baca juga: 43 Negara Desak China Hormati Hak-hak Muslim Uighur di Xinjiang, Beijing Marah
"Meskipun kami telah mengatakan ini dari tahun ke tahun, orang tidak mencerna ini," ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (23/10/2021).
Orlando menolak mengatakan apakah AS harus memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau larangan langsung terhadap investasi China di sektor-sektor tertentu, dengan mengatakan perannya bukan untuk menyarankan kebijakan.
"Tetapi pusat kontra intelijen mengadakan pengarahan rutin dengan industri swasta dan akademisi sambil mengakui bahwa industri dan universitas mungkin masih ingin mencari mahasiswa, pakar, dan investor dari China," kata Orlando.
Dia tidak akan menyebutkan perusahaan yang telah bertemu dengan badan tersebut.
Departemen Kehakiman AS dalam beberapa tahun terakhir telah meletakkan beberapa dakwaan yang menuduh China melakukan pencurian informasi sensitif AS, termasuk penelitian vaksin dan teknologi kendaraan otonom.
Orlando mencatat bahwa bisnis dan akademisi China terikat pada Partai Komunis China dan diharuskan untuk melayani kepentingan partai.
Baca juga: 43 Negara Desak China Hormati Hak-hak Muslim Uighur di Xinjiang, Beijing Marah
"Meskipun kami telah mengatakan ini dari tahun ke tahun, orang tidak mencerna ini," ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (23/10/2021).
Orlando menolak mengatakan apakah AS harus memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau larangan langsung terhadap investasi China di sektor-sektor tertentu, dengan mengatakan perannya bukan untuk menyarankan kebijakan.
"Tetapi pusat kontra intelijen mengadakan pengarahan rutin dengan industri swasta dan akademisi sambil mengakui bahwa industri dan universitas mungkin masih ingin mencari mahasiswa, pakar, dan investor dari China," kata Orlando.
Dia tidak akan menyebutkan perusahaan yang telah bertemu dengan badan tersebut.
Lihat Juga :