Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Senin, 27 Juli 2026 - 11:20 WIB
loading...
Presiden Donald Trump memberi hormat ketika jenazah para tentara AS korban perang Iran tiba di Amerika Serikat. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang melawan Iran, mencatat 18 tentaranya tewas dan 624 lainnya terluka. Ini menjadi data terbaru setelah sebelumnya Pentagon merevisi korban tewas tentara Amerika 14 personel.
Pentagon mengembalikan catatan empat tentara yang tewas akibat serangan Iran pekan lalu di tengah pertanyaan tentang kurangnya transparansi atas jumlah korban perang.
Baca Juga: Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Sistem Analisis Korban Pertahanan atau DCAS juga menampilkan kategori pelacakan baru—“Overseas Operations”—untuk korban tewas dan luka mulai 7 Juli.
Ketika data Pentagon yang baru digabungkan dengan total yang diperbarui untuk Operasi Epic Fury, 18 tentara telah tewas dan 624 lainnya terluka sejak AS melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari. Jumlah korban luka merupakan peningkatan signifikan dari puncak sebelumnya yaitu 482 personel, menurut data yang dikutip CNN, Senin (27/7/2026).
Pentagon mendapat sorotan dari media Amerika dan anggota parlemen pekan lalu ketika jumlah korban tewas dan luka menurun dalam sistem DCAS seiring berlanjutnya serangan Iran. Sebanyak 12 anggota Kongres Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat mengirimkan surat kepada Menteri Perang Pete Hegseth pada hari Kamis, meminta jawaban tentang penyebab perubahan tersebut.
Pentagon mengembalikan catatan empat tentara yang tewas akibat serangan Iran pekan lalu di tengah pertanyaan tentang kurangnya transparansi atas jumlah korban perang.
Baca Juga: Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Sistem Analisis Korban Pertahanan atau DCAS juga menampilkan kategori pelacakan baru—“Overseas Operations”—untuk korban tewas dan luka mulai 7 Juli.
Ketika data Pentagon yang baru digabungkan dengan total yang diperbarui untuk Operasi Epic Fury, 18 tentara telah tewas dan 624 lainnya terluka sejak AS melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari. Jumlah korban luka merupakan peningkatan signifikan dari puncak sebelumnya yaitu 482 personel, menurut data yang dikutip CNN, Senin (27/7/2026).
Pentagon mendapat sorotan dari media Amerika dan anggota parlemen pekan lalu ketika jumlah korban tewas dan luka menurun dalam sistem DCAS seiring berlanjutnya serangan Iran. Sebanyak 12 anggota Kongres Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat mengirimkan surat kepada Menteri Perang Pete Hegseth pada hari Kamis, meminta jawaban tentang penyebab perubahan tersebut.
Lihat Juga :