Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:00 WIB
Selama peristiwa kebangkitan dunia Arab pada tahun 2011, meletus unjuk rasa di Libya timur yang sarat korupsi dan pengangguran. Keadaan terus memburuk hingga Perang Saudara Libya berkecamuk, dan NATO kemudian melakukan campur tangan militer yang memihak Dewan Transisi Nasional (DTN) yang anti-Khadafi.

Pada akhirnya, pemerintahan Khadafi digulingkan, dan Khadafi melarikan diri ke kota asalnya di Surt. Namun di sana dia ditangkap dan dibunuh oleh para militan DTN pada 20 Oktober 2011.

Khadafi melarikan diri ke situs konstruksi dan bersembunyi di dalam pipa drainase, sementara para pengawalnya melawan para pemberontak. Selama kejadian tersebut, Khadafi mengalami luka akibat ledakan granat, sementara menteri pertahanan Abu-Bakr Yunis Jabr tewas.

Para milisi Misratah menawan Khadafi dan mengakibatkan luka-luka berat saat mereka mencoba menangkapnya; peristiwa ini direkam oleh ponsel. Sebuah video menunjukkan anus Khadafi sedang disodok atau ditusuk "dengan sejenis tongkat atau pisau" atau mungkin sebuah bayonet.

Dia diseret ke depan truk, dan terjatuh saat truk tersebut bergerak. Tubuhnya yang setengah telanjang dan tidak bergerak lalu dibawa ambulans ke Misratah. Setibanya di sana, ia didapati sudah meninggal.

Jasadnya masih disembunyikan kelompok yang membunuhnya. Saat ini ada rencana mengembalikan jasadnya pada sukunya.

9. Indira Gandhi

Indira Gandhi menjabat sebagai perdana menteri India selama tiga periode berturut-turut (1966–1977) dan masa jabatan keempat dari tahun 1980 hingga dia dibunuh pada 1984. Dia adalah anak tunggal Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama India merdeka.



Setelah Nehru meninggal pada 1964, dia digantikan La Bahadur Shastri, yang menjabat sebagai perdana menteri India hingga dia juga meninggal mendadak. Setelah kematian Shastri pada Januari 1966, Gandhi, yang telah bekerja dengan atau melayani sebagai anggota Partai Kongres sejak 1955, menjadi pemimpin Partai Kongres dan dengan demikian juga perdana menteri, dalam kompromi antara sayap kanan dan kiri Partai Kongres.

10. Rajiv Gandhi



Rajiv Gandhi, putra Indira, menjadi sekretaris jenderal terkemuka Partai Kongres India (dari 1981) dan perdana menteri India (1984–1989) setelah pembunuhan ibunya. Dia sendiri dibunuh pada 1991.

11. Bennazir Bhutto

Benazir Bhutto (21 Juni 1953-27 Desember 2007) adalah perempuan pertama yang memimpin negara Muslim pada masa pasca-kolonial. Bhutto yang karismatis terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, tetapi 20 bulan kemudian digulingkan oleh presiden negara itu yang didukung militer, Ghulam Ishaq Khan, yang secara kolaboratif menggunakan Amandemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa digelar pemilu.



Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan khusus yang diberikan Amandemen ke-8.

Benazir dibunuh pada tanggal 27 Desember 2007 dengan ditembak di bagian leher oleh seorang pembunuh yang kemudian juga meledakkan bom bunuh diri.

Pembunuhan ini terjadi ketika dia baru saja meninggalkan Liaquat National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilu pada 2008. Dia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada hari itu juga.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!