Aneh, Ilmuwan China Patenkan Vaksin COVID-19 sebelum Pandemi Diumumkan

Selasa, 08 Juni 2021 - 09:44 WIB
Menurut laporan The New York Post, kematian Zhou pada Mei tahun lalu hanya dilaporkan dalam satu laporan media China, meskipun faktanya dia adalah salah satu ilmuwan terkemuka di negara itu.

Sebelum bekerja untuk PLA, Zhou memiliki ikatan kuat dengan Amerika Serikat dan melakukan penelitian pascadoktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

Hubungan kerja yang erat antara kedua negara mendukung data intelijen AS yang tidak diklasifikasikan yang dirilis pada Januari. Data itu, seperti dikutip The Australian, kemarin, mengatakan laboratorium Wuhan sedang melakukan "aktivitas militer rahasia".

"Meskipun WIV [Institut Virologi Wuhan] menampilkan dirinya sebagai lembaga sipil, Amerika Serikat telah menetapkan bahwa WIV telah berkolaborasi dalam publikasi dan proyek rahasia dengan militer China," bunyi laporan intelijen tersebut yang dilansir The New York Post.

Kematian misterius Zhou dilaporkan sedang diselidiki oleh penyelidikan baru pemerintah Presiden AS Joe Biden tentang asal-usul pandemi COVID-19.

Bulan lalu, Biden mengatakan komunitas intelijen AS akan "menggandakan upaya mereka" untuk menemukan asal-usul wabah COVID-19 dan melaporkan kembali kepadanya dalam waktu 90 hari.

Mata-mata AS akan menyelidiki apakah virus itu melompat dari inang hewan ke manusia atau apakah virus itu secara tidak sengaja dilepaskan dari laboratorium di Wuhan.

Baca juga: Israel Siapkan Jet-jet Tempur Siluman F-35 untuk Serang Iran

Teori bahwa pandemi disebabkan oleh kebocoran laboratorium telah menjadi topik arus utama dalam beberapa pekan terakhir meskipun dikecam sebagai teori konspirasi selama satu setengah tahun terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!