Junta Tembak Mati 18 Demonstran, Media Myanmar Salahkan Pendemo

Senin, 01 Maret 2021 - 07:45 WIB
Polisi juga menindak unjuk rasa di luar kampus kedokteran setempat, membuat para dokter dan mahasiswa berjas lab putih melarikan diri. Menurut asosiasi dokter setempat, setidaknya 50 pekerja medis ditangkap di lokasi tersebut.

Laporan kematian juga datang dari Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu, dan Dawei di wilayah selatan. Protes di beberapa kota lain juga dibubarkan dengan penggunaan kekerasan oleh tentara dan polisi.

"Kami mengutuk keras kekerasan yang meningkat terhadap protes di Myanmar dan menyerukan kepada militer untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan terhadap pengunjuk rasa damai," kata Kantor HAM PBB.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!