Armenia Terancam Kudeta Militer, Jet Tempur Berdengung di Ibu Kota
Jum'at, 26 Februari 2021 - 08:23 WIB
Tak mau kalah, kubu oposisi mengumpulkan sekitar 10.000 pendukungnya tidak jauh dari sana kubu pro-pemerintah. Mereka mulai memasang tenda dan membangun barikade di luar parlemen saat mereka berjanji untuk mengadakan demonstrasi sepanjang waktu.
Para pengunjuk rasa kubu oposisi terdengar meneriakkan "Nikol, dasar pengkhianat!" dan "Nikol, mundur!"
Publik Armenia juga berbagi video di media sosial tentang jet-jet tempur yang mengelilingi Yerevan dan berdengung keras.
Kepala Staf Umum Angkatan Darat Onik Gasparyan mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keputusan PM Pashinyan untuk memecat Tiran Khacharyan, wakil kepala staf umum pertama Angkatan Darat.
Baca juga: PM Armenia: Rudal-rudal Rusia Tak Bisa Meledak saat Perang Nagorno
Gasparyan menuntut pengunduran diri Pashinyan dan mengatakan kabinet PM juga harus mundur.
"Perdana menteri dan pemerintah tidak lagi dapat membuat keputusan yang masuk akal," bunyi pernyataan militer tersebut.
"Untuk waktu yang lama, Angkatan Bersenjata Armenia dengan sabar menoleransi 'serangan' oleh pemerintah yang sedang berkuasa yang bertujuan untuk memfitnah angkatan bersenjata, tetapi semuanya ada batasnya,” lanjut pernyataan itu yang dilansir Armenpress, Jumat (26/2021).
Para pengunjuk rasa kubu oposisi terdengar meneriakkan "Nikol, dasar pengkhianat!" dan "Nikol, mundur!"
Publik Armenia juga berbagi video di media sosial tentang jet-jet tempur yang mengelilingi Yerevan dan berdengung keras.
Kepala Staf Umum Angkatan Darat Onik Gasparyan mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keputusan PM Pashinyan untuk memecat Tiran Khacharyan, wakil kepala staf umum pertama Angkatan Darat.
Baca juga: PM Armenia: Rudal-rudal Rusia Tak Bisa Meledak saat Perang Nagorno
Gasparyan menuntut pengunduran diri Pashinyan dan mengatakan kabinet PM juga harus mundur.
"Perdana menteri dan pemerintah tidak lagi dapat membuat keputusan yang masuk akal," bunyi pernyataan militer tersebut.
"Untuk waktu yang lama, Angkatan Bersenjata Armenia dengan sabar menoleransi 'serangan' oleh pemerintah yang sedang berkuasa yang bertujuan untuk memfitnah angkatan bersenjata, tetapi semuanya ada batasnya,” lanjut pernyataan itu yang dilansir Armenpress, Jumat (26/2021).
Lihat Juga :