Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?

Rabu, 01 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
Bagaimana Iran Menggunakan...
Iran menggunakan strategi ubur-ubur untuk menjatuhkan jet tempur AS. Foto/X/@rkmtimes
A A A
WASHINGTON - Pada tanggal 3 April, sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara Amerika Serikat ditembak jatuh di atas Iran , yang merupakan pesawat berawak AS pertama yang ditembak musuh dalam konflik tersebut. Baik pilot maupun petugas sistem senjata (WSO) diselamatkan, tetapi insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan pertahanan udara Iran.

Pesawat tersebut, dengan kode panggilan "Dude 44," beroperasi di bagian barat daya Republik Islam. Laporan awal pada saat itu mengklaim bahwa pesawat tempur multiperan bermesin ganda tersebut telah ditembak jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Portabel (MANPADS) buatan China yang ditembakkan dari bahu, meskipun China membantah telah menyediakan sistem semacam itu kepada Iran.

Kisah ini menjadi lebih rumit minggu ini, setelah beredar laporan bahwa pilot F-15E Strike Eagle mengklaim telah melihat "beberapa drone Iran melayang di udara, bergerak bersama, dalam formasi yang menyerupai ubur-ubur," menurut CNN. Pengamatan itu "memicu badai perdebatan dengan komunitas intelijen AS."



Apa yang mungkin telah menjatuhkan jet tempur AS tersebut masih belum terpecahkan, tetapi munculnya kawanan drone akan menandakan bahwa kemampuan Iran lebih maju daripada yang diduga. Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa Teheran telah menerima bantuan dalam pengembangan drone-nya dari Beijing dan Moskow, karena baik China maupun Rusia telah berupaya meningkatkan kemampuan pesawat tanpa awak masing-masing.

Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?

1. Menyusun Ladang Ranjau di Udara

Sumber lain di dalam militer AS mengatakan kepada CNN bahwa penggunaan kawanan drone semacam itu bisa diibaratkan sebagai "ladang ranjau drone." Penggunaan drone semacam itu belum pernah terlihat dalam praktiknya, tetapi ada spekulasi tentang bagaimana drone dapat digunakan untuk bertindak secara efektif sebagai "ladang ranjau udara."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved