PM Armenia: Rudal-rudal Rusia Tak Bisa Meledak Saat Perang Nagorno

loading...
PM Armenia: Rudal-rudal Rusia Tak Bisa Meledak Saat Perang Nagorno
Rudal Iskander buatan Rusia siap diluncurkan. Foto/gagrule.net
YEREVAN - Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan menyatakan rudal balistik Iskander buatan Rusia tidak meledak selama konflik Nagorno-Karabakh.

Pernyataan Nikol Pashinyan itu memicu kontroversi mengenai efisiensi rudal-rudal tersebut.

Setelah menderita kehilangan besar wilayah dalam konflik Nagorno-Karabakh ke kontrol Azerbaijan, tekanan terhadap Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan terus meningkat.

Baca juga: Militer Bereaksi atas Krisis Politik, Armenia Terancam Kudeta

Dia juga telah memperingatkan masyarakat internasional bahwa 'kudeta militer' sedang dirancang setelah sejumlah anggota angkatan bersenjata mengatakan dia harus mengundurkan diri.



Baca juga: Pendukung Kudeta Militer Myanmar Mengamuk, Serang Penentang di Yangon

Sebelumnya, mantan Presiden Armenia Serzh Sargsyan mengkritik pemerintahan Pashinyan dengan menanyakan mengapa rudal jarak pendek Iskander buatan Rusia tidak ditembakkan pada hari ketiga atau hari keempat perang.

Lihat infografis: Belanda Siap Ubah Bentuk Pesawat Komersial yang Selama Ini Ada

Baru-baru ini, Pashinyan ditanyai tentang komentar Sargsyan atas rudal balistik Iskander dalam wawancara khusus dengan saluran Armenia, 1in.am.





Ketika ditanya mengapa rudal Iskander tidak meledak, atau mengapa hanya meledak 10%, Pashinyan menjawab dengan alasan rudal Rusia itu mungkin sudah ketinggalan zaman.

“Mungkin itu adalah senjata tahun 80-an?” papar dia, dilansir TRT World.

"Orang yang ditolak tidak boleh bertanya, jawabannya yang dia tahu," ujar Pashinyan untuk menyindir Sargsyan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top